Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 7 Desember 2017 | 14:40 WIB
  • 'Tugas Khusus' Jenderal Gatot Usai Pensiun dari Panglima

  • Oleh
    • Dedy Priatmojo,
    • Zahrul Darmawan (Depok)
'Tugas Khusus' Jenderal Gatot Usai Pensiun dari Panglima
Photo :
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di Markas Kostrad Cilodong

VIVA – Jelang masa pensiunnya sebagai Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo berpamitan ke ribuan prajurit di Markas Kostrad Cilodong, Depok, Jawa Barat, Kamis 7 Desember 2017. Jenderal Gatot akan purna tugas  pada Maret 2018 mendatang.

Gatot mengatakan, ‘tugas khusus’ yang akan dilakukannya setelah menyelesaikan tugas sebagai Panglima adalah berangkat umrah.

"Pasca pensiun, saya sudah sepakat dengan istri, saya juga sudah ngirim surat pada Presiden mohon izin setelah selesai serah terima, pertama kali saya akan umrah dulu. Saya mau bersyukur bahwa saya telah diberi anugerah sebagai Panglima TNI berjalan lancar, itu adalah takdir dari Allah," kata Gatot di Markas Kostrad, Cilodong.

Mantan Kepala Staf TNI AD itu mengatakan sejak tanggal 4 Desember, Presiden sudah membuat surat kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk mengajukan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Hadi Tjahjanto untuk dicalonkan sebagai Panglima TNI. Karena itulah, hari ini ia menyempatkan diri berpamitan kepada ribuan prajuritnya.

"Berdasarkan pengalaman, itu artinya tidak lama lagi masa jabatan saya berakhir. Maka waktu yang ada saya manfaatkan untuk berpamitan, takutnya saya enggak punya kesempatan lagi. Seperti yang saya sampikan tadi, saya bangga jadi Panglima, menjadi pemimpin prajurit yang hebat," ujarnya.

Ketika disinggung apakah ada pesan khusus yang ingin disampaikan kepada Marsekal Hadi Tjahjanto, Gatot mengaku tidak ada yang perlu disampaikan kepada penerusnya itu. "Tidak perlu pesan khusus karena kan saya sudah bersama-sama dengan Pak Hadi. Saya punya keyakinan beliau bisa mimimpin lebih baik lagi," tegasnya.

Sebelumnya, Komisi I DPR telah menyetujui pencalonan Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo. Keputusan itu diputuskan usai menjalani uji kepatutan dan kelayakan pada Rabu 6 Desember 2017.

Komisi I menilai Marsekal Hadi punya rekam jejak yang mumpuni untuk menjadi Panglima TNI. Dengan ini, Komisi I juga sekaligus menyetujui pemberhentian secara hormat Jenderal Gatot Nurmantyo dari jabatan Panglima TNI.

"Kita harapkan semoga capaian-capaian positif beliau (Gatot) dikembangkan oleh Panglima TNI yang baru," kata Ketua Komisi I, Abdul Kharis Almasyhari. (hd)