Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 8 Desember 2017 | 08:34 WIB
  • Donald Trump Disebut Sebagai Radikalis Konyol

  • Oleh
    • Syahrul Ansyari
Donald Trump Disebut Sebagai Radikalis Konyol
Photo :
  • REUTERS/Jim Bourg/File Photo
Donald Trump Jr. dan Presiden AS Donald Trump.

VIVA - Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan Amerika Serikat adalah pihak yang ada di belakang Israel. Dia menyebut dukungan negeri adidaya terhadap Israel merupakan fakta.

"Di tangan Trump, terjadi kekonyolan radikalis," kata Dahnil dalam perbincangan di tvOne, Jumat, 8 Desember 2017.

Menurut Dahnil, tindakan Trump dengan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel bisa memproduksi tindakan-tindakan radikal berikutnya di belahan dunia lain. Ancaman itu tidak hanya di Yerusalem, tapi di AS sendiri kemudian belahan dunia yang lain.

"Ancaman terorisme bisa lahir dari situ. Radikalisme lebih kuat dari situ," kata dia lagi.

Dia mengingatkan bahwa Yerusalem tidak sekedar isu kemanusian melainkan juga dimensi spiritual karena ada tiga agama ada di situ yaitu Islam, Kristen dan Yaduhi. Menurutnya, Yerusalem juga merupakan simbol sukses tidaknya dialog peradaban.

"Jadi terhadap perilaku Trump itu, seluruh dunia berkepentingan," ujarnya.

Dahnil menegaskan langkah Trump jelas merusak perdamaian dunia. Dia mengungkapkan bagaimana politik mengedepankan egoismenya dan meninggalkan tradisi dialog yang sudah dilakukan masyarakat sipil dari muslim, Arab, Palestina, bahkan Israel sendiri.

"Trump radikalis tulen. Ini gak bisa diem, seluruh kelompok dunia harus bersatu. Ini momentum postif, Kristen, Yahudi, Islam bersatu menghentikan tindakan radikalis konyolnya Trump," ujar Danil.

"Menurutku konyol, konyol sekali. Ini akan merugikan AS, kedutaan AS di sleuruh dunia bisa dijadikan sasaran banyak warga," tambah dia.