Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 19 Mei 2017 | 20:18 WIB
  • Pemerintah Diminta Perkuat Filter Isu Intoleransi

  • Oleh
    • Syahrul Ansyari,
    • Lilis Khalisotussurur
Pemerintah Diminta Perkuat Filter Isu Intoleransi
Photo :
  • VIVAnews/Fernando Randy
Korban intoleransi beragama gelar demo

VIVA.co.id – Wakil Ketua DPR, Taufik Kurniawan, mengusulkan pada pemerintah untuk memperkuat filter dengan adanya keterbukaan informasi. Khususnya dalam konteks adanya serangan virus ransomware WannaCry maupun isu intoleransi. Sebab, keterbukaan ini membuat terjadinya transformasi kultural.

"Ini dari semua lini sektor kehidupan karena kemajuan teknologi. Kita harapkan bisa mengambil dampak positif lebih banyak," kata Taufik di Gedung DPR, Jakarta, Jumat, 19 Mei 2017.

Menurutnya, pemerintah harus membuat filter juga terhadap isu yang bisa memecah persatuan bangsa. Isu intoleransi tersebut harus dikendalikan tanpa memberangus hak berbicara.

"Sekarang orang bebas. Situasi politik ekonomi juga terpengaruh teknologi. Sehingga bagaimana membuat sistem jangan sampai di-hack virus-virus WannaCry. Ke depan kita tak tahu bisa lebih dari WannaCry, bisa di perbankan, saling fitnah. Sehingga terkesan ada isu intoleransi," kata Taufik.

Dia mewanti-wanti filterisasi isu intoleransi diperlukan agar jangan sampai Indonesia berada di ambang perpecahan atau mengarah pada disintegrasi bangsa. Untuk memperkuat filterisasi ini, ia menilai Kominfo juga harus diperkuat.

"Belum soal budaya, dengan mudahnya disusupi isu radikalisme. Isu SARA juga jadi yang dikhawatirkan kita semua. Padahal di Pilkada 2017. Alhamdulillah tidak terjadi konflik horizontal yang meluas. Isu ini di daerah sangat cair sekali. Artinya isu Pilkada DKI sama di daerah beda," kata Taufik. (ase)