Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 20 Mei 2017 | 14:33 WIB
  • Ini Komentar Roy Suryo Soal Antasari Azhar

  • Oleh
    • Endah Lismartini,
    • Lilis Khalisotussurur
Ini Komentar Roy Suryo Soal Antasari Azhar
Photo :
  • VIVA.co.id/ Reza Fajri.
Roy Suryo.

VIVA.co.id –  Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo berkomentar, terkait tak dilanjutkannya laporan Antasari Azhar soal adanya rekayasa kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen yang dulu.

Sebab, nama Ketua Umum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) disebut aktor perekayasa yang menyebabkannya dibui.

"Kami bersimpatik yang terjadi pada Pak Antasari, tetapi simpatik kami sayangnya dibalas yang tidak manis, ketika Pak Antasari melakukan konfrensi pers dengan menyatakan SBY tahu," kata Roy di warung daun, Jakarta, Sabtu 20 Mei 2017.

Ia memastikan, SBY sebagai orang yang sangat 'lurus'. Sehingga, tidak mungkin ikut campur urusan orang lain, termasuk persoalan kerabatnya semasa masih menjadi presiden.

"Jadi, kasus yang dialami Antasari tidak mungkin dilakukan intervensi oleh Presiden waktu itu. Waktu itu, kami melaporkan Pak Antasari Azhar oleh tim hukum kami, karena statement Pak Antasari tidak mendasar dan kami sayangkan," kata Roy.

Menurutnya, setelah lepas dari bui seharusnya Antasari bisa lebih berpikir bijak dan menjadi negarawan. Tapi Antasari ternyata malah masuk ke dalam ranah politik dalam konteks pilkada.

"Tapi malah kemudian ikut seolah-olah seperti termanfaatkan oleh kepentingan politik tertentu, datang ke debat Pilkada, dan inilah Tuhan, Allah SWT tidak pernah tidur," kata Roy.

Ia mengharapkan, Antasari bisa menerima langkah kepolisian yang tak bisa meneruskan laporannya soal dugaan adanya rekayasa kasusnya. Apalagi dalam pelaporan Antasari dianggap memang tidak ada bukti baru.

"Jadi, konferensi pers Antasari Bareskrim, ya harus mempertangungjawabkan, karena itu tepat dilakukan tanggal 14 Februari sehari sebelum pelaksanaan pilkada Jakarta. Walapun mas Agus tidak masuk di Pilkada DKI, tetapi kami tidak pernah menyebut itu akibat dari Pak Antasari," kata Roy.