Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 16 Juni 2017 | 15:36 WIB
  • PKS: Novel Baswedan Harus Sebut Nama Oknum Jenderal Polisi

  • Oleh
    • Hardani Triyoga,
    • Eka Permadi
PKS: Novel Baswedan Harus Sebut Nama Oknum Jenderal Polisi
Photo :
  • VIVA.co.id/ Fajar Ginanjar Mukti.
Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid.

VIVA.co.id – Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera, Hidayat Nur Wahid, ikut menanggapi polemik kasus Novel Baswedan yang menyebut dugaan oknum jenderal kepolisian yang terlibat penyerangan terhadapnya. Hidayat meminta agar penyidik senior KPK itu menyebut nama oknum jenderal yang diduga terlibat.

"Jadi yang disampaikan Novel diteruskan oleh polisi. Kalau ada jenderal polisi yang terlibat sebut namanya dan buktikan supaya semuanya clear dan tidak menggantung jadi polemik," kata Hidayat di gedung DPR RI, Jakarta, Jumat 16 Juni 2017.

Dia menyesalkan bahwa Novel, justru menyampaikan dugaan keterlibatan jenderal polisi pada media asing, saat dalam perawatan di Singapura. Hal ini dinilainya bukan menjadi persoalan kecil. Apalagi mengingat dalam kasus ini, pihak kepolisian yang belum menemukan pelaku teror.

"Apalagi disebutkan ada keterlibatan jenderal polisi buka nama kecil dan polisi telah berhubungan beberapa kali dengan Pak Novel. Kalau itu disebut ke polisi akan mempercepat prosesnya, ketimbang nyebut ke media asing yang justru akan menimbulkan opini lain di masyarakat," lanjut Hidayat.

Hidayat menyarankan agar Novel bekerja sama dengan polisi. Cara ini sebagai komitmen untuk menyelesaikan masalah. "Bagusnya Novel dan polisi kerja sama. Dan nama yang disebut itu diselidiki bersama dan dibuktikan bersama," paparnya.

Selain itu, di sisi lain, dia juga meminta polisi untuk menunjukkan keseriusan dalam penyelesaian kasus ini sehingga tidak berlarut larut dan terus menjadi polemik.

"Terlepas dari penyebutan nama dua jenderal, harusnya polisi bisa menyelesaikan masalah ini dengan cepat. Ini terkait dengan kepercayaan publik dan komitmen polisi dalam memberantas korupsi. Karena akan muncul tafsir ini terkait dengan kasus yang ditangani Novel," tegasnya. (ren)