Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 19 Juni 2017 | 10:21 WIB
  • Kapolri Didesak Respons Penganiayaan Wartawan oleh Brimob

  • Oleh
    • Hardani Triyoga,
    • Reza Fajri
Kapolri Didesak Respons Penganiayaan Wartawan oleh Brimob
Photo :
  • Youtube
Potongan gambar dari video oknum anggota Brimob ancam wartawan

VIVA.co.id – Aksi penganiayaan terhadap Seorang wartawan kembali terjadi. Kali ini, aksi dilakukan sejumlah oknum Brimob terhadap wartawan Kantor Berita Nasional Antara, Ricky Prayoga. Desakan agar ada sanksi tegas terhadap pelaku penganiayaan disuarakan.

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Demokrat Didik Mukrianto meminta agar Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengambil tindakan tegas terhadap oknum pelaku.

"Saya meminta kepada Kapolri untuk segera mengusut tuntas atas apa yang dilakukan oleh anak buahnya di lapangan terhadap saudara Ricky," kata Didik, dalam keterangannya kepada wartawan, Senin, 19 Juni 2017.

Ia heras kapasitas anggota Brimob yang melakukan kekerasan terhadap wartawan. Hal ini karena setiap lembaga penegak hukum seperti Polri seharusnya paham kinerja wartawan dilindungi undang-undang. Bagi dia, kekerasan terhadap Ricky Prayoga tak sesuai akal logika.

"Sungguh tidak bisa dinalar dengan akal sehat dan logika sehat, anggota Polri melakukan kekerasan dan tidak menjadi pengayom masyarakat. Apalagi wartawan yang sedang bertugas," lanjut Didik.

Kemudian, ia mengingatkan, aksi koboi yang dilakukan oknum Brimob kali ini dapat mencederai rasa aman. Selain itu, citra kepolisian juga akan terpengaruh terkait persoalan ini.

"Bahkan kesewenang-wenanganan dengan tutur kata yang kasar dan tindakan yang berlebihan tersebut bisa menimbulkan shock atau trauma," ujar Ketua DPP Partai Demokrat ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, ajang BCA Indonesia Open Super Series Premier 2017 di JCC Plenary Hall, Senayan, Jakarta, tercoreng karena arogansi sejumlah oknum Brimob. Ricky mengalami penganiayaan dari Brimob yang merupakan aparat pengamanan negara.

Persoalannya pun karena masalah sepele. Diawali, Ricky yang sedang ingin menuju mesin ATM sempat beradu pandang dengan salah seorang anggota Brimob tersebut.

"Saya berusaha memalingkan pandangan. Tapi, ketika saya melihat lagi, dia masih melihat ke arah saya dengan mengikuti sampai berjarak beberapa langkah," tutur Ricky.

Karena merasa risih, Ricky dengan respons coba bertanya kepada anggota Brimob tersebut dengan alasan mengapa dia diikuti. Namun, justru makian dan ancaman yang dia terima. Ia sempat dipiting, dipukul dan ditendang.

Tak hanya itu, salah seorang oknum mengancam akan mengokang senjara laras panjangnya ke arah Ricky. Bahkan, ada oknum Brimob yang menantang Ricky untuk berkelahi.