Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 19 Juni 2017 | 10:59 WIB
  • Jokowi Ingin Ambang Batas Presiden 20 Persen

  • Oleh
    • Syahrul Ansyari,
    • Agus Rahmat
Jokowi Ingin Ambang Batas Presiden 20 Persen
Photo :
  • ANTARA FOTO
Presiden Jokowi.

VIVA.co.id - Presiden Jokowi merespons soal sikap pemerintah mengenai presidential threshold atau ambang batas presiden sebesar 20 persen kursi DPR dan 25 persen perolehan suara sah nasional dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang Penyelenggaraan Pemilihan Umum. Dia menegaskan, bahwa pembangunan politik negara harus konsisten menuju pada penyederhanaan.

"Politik negara ini akan semakin baik harus ada konsistensi, sehingga kita ingin kalau yang dulu sudah 20 (persen), masak kita mau kembali ke nol," kata Jokowi melalui siaran pers yang dikirim oleh Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden Bey Machmudin, dikutip VIVA.co.id pada Senin, 19 Juni 2017.

Dengan menerapkan ambang batas secara konsisten, maka akan terjadi penyederhanaan. "Baik parpolnya, baik dalam pemilunya. Kita harus konsisten seperti itu dan saya sudah menugaskan kepada Mendagri untuk mengawal itu," kata Jokowi.

Menanggapi kabar yang menyebutkan bahwa pemerintah akan mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang bila tidak ada titik temu dalam pembahasan, Presiden menegaskan bahwa saat ini RUU tersebut masih dalam pembahasan.

"Kita ini sudah mengajak bicara fraksi-fraksi yang ada di sana untuk bersama-sama. Jangan hanya kepentingan hari ini atau kepentingan pemilu ini atau jangan kepentingan pilpres ini. Tapi harusnya kan visi ke depan kita, politik negara harus seperti apa. Kita kan harus menyiapkan itu kan," ujar mantan Wali Kota Solo tersebut.

Saat ditanya, apakah pemerintah akan menarik diri dalam pembahasan apabila usulan ambang batas pencalonan presiden diubah. "Kan belum, ini masih pembahasan kok. Kamu jangan manas-manasi," ujar Jokowi. (mus)