Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 18 Juli 2017 | 11:31 WIB
  • Golkar: Tidak Ada Munaslub

  • Oleh
    • Syahrul Ansyari,
    • Reza Fajri
Golkar: Tidak Ada Munaslub
Photo :
  • VIVA.co.id/ Reza Fajri.
Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini Partai Golkar Nurul Arifin.

VIVA.co.id - Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini Partai Golkar Nurul Arifin menyatakan, tidak ada yang berubah di partainya usai Ketua Umum Golkar Setya Novanto ditetapkan sebagai tersangka. Dia mengimbau kader juga tidak panik dengan perkembangan ini.

"Tidak ada yang berubah, semua menjalankan fungsinya, Ketua, Sekjen," kata Nurul ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa 18 Juli 2017.

Nurul juga meminta tidak ada kelompok-kelompok di luar yang memecah-belah partai berlambang pohon beringin ini. Menurutnya, Golkar tidak terpikir melakukan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub). "Kita lakukan tugas masing-masing. Tidak ada Munaslub. Jadi itu, justru kita ingin menunjukkan Golkar solid di dalam, kuat di luar," ujar Nurul.

Dia juga mengatakan tidak ada perubahan apapun sampai ada putusan pengadilan yang inkrah. Golkar juga tidak memberikan sanksi kepada Novanto meskipun telah berstatus tersangka. "Tidak ada sanksi. Tidak. Itu keputusannya semalam," kata Nurul.

Sebelumnya, KPK menetapkan Ketua DPR Setya Novanto sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek e-KTP. Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, penetapan itu berdasarkan bukti-bukti yang cukup, bukan berdasarkan hal lain. "Kami membawa (Setya Novanto) ke penyidikan ini tidak serampangan, kami punya dua alat bukti yang kuat," kata Agus di kantornya di Jakarta pada Senin, 17 Juli 2017.

Menurut Agus, KPK menduga Novanto yang juga Ketua Umum Partai Golkar memiliki peran besar melalui Andi Agustinus alias Andi Narogong dalam proses perencanaan, pembahasan anggaran, dan pengadaan e-KTP. Selain itu, Novanto diduga telah mengondisikan pemenang pengadaan proyek senilai Rp5,9 triliun itu. (mus)