Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 8 Agustus 2017 | 10:53 WIB
  • Nasdem Pede Kasus Victor Laiskodat Tak Perburuk Citra Partai

  • Oleh
    • Hardani Triyoga,
    • Lilis Khalisotussurur
Nasdem Pede Kasus Victor Laiskodat Tak Perburuk Citra Partai
Photo :
  • VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar
Victor Laiskodat (tengah) dan elite Nasdem saat dukung Ahok jadi calon gubernur DKI Jakarta

VIVA.co.id – Partai Nasdem tetap percaya diri dan pasang badan soal kasus Victor Laiskodat. Kasus ini dinilai tak akan memengaruhi elektabilitas partai menjelang Pilkada serentak 2018.

Ketua DPP Nasdem Johnny G. Plate yakin kasus ini tidak akan memperburuk citra partai. "Kami masih yakin masyarakat bisa menilai. Karena apa yang dibicarakan Pak Victor konteksnya masih memperkuat Pancasila dan itu di lingkup internal," kata Johnny kepada VIVA.co.id, Selasa, 8 Agustus 2017.

Apalagi hasil kajian tim Nasdem menyatakan pidato Victor bukan yang asli karena sudah tak utuh. Namun, jika melihat video secara utuh, konteks yang dimaksud sebenarnya tak ada persoalan.

"Itu kan bukan video utuh yang beredar. Konteksnya kalau dilihat yang utuh, masyarakat bisa paham," ujar Johnny.

Sementara itu, Ketua Tim Kajian terkait isi pidato politikus Nasdem Victor Laiskodat (VBL), Zulfan Lindan, mengatakan citra partainya sama sekali tidak turun ataupun menjadi buruk karena pidato tersebut.

"Citra Nasdem sama sekali tak turun, tak tercemar. Justru ini penting. Apakah kita perlu merasakan ada satu kekurangan atau minta maaf, tidak perlu. Dari sudut mana kita minta maaf?" Kata Zulfan di DPP Nasdem, Jakarta, Senin, 7 Agustus.

Ia mengakui memang saat mendengar potongan-potongan video yang beredar tentu merasa risih sebagai sesama kader partai. Tapi setelah mendengar dengan seksama, detail, dan utuh, ia tak melihat tak ada masalah yang perlu diragukan.

"Apalagi ini dianggap merusak citra partai, enggak ada. Kami melihat statement dalam rangka menjaga ideologi dan NKRI ini penting. Harus tegas kita berada dalam satu kekuatan pertahankan Pancasila," kata Zulfan.

Meskipun dari sudut hukum ia tak bisa menahan langkah tersebut dibawa ke ranah hukum. Sebab ia yakin tak ada kesengajaan Victor untuk memojokkan partai lain.

"Kalau sering dipojokkan, (Nasdem) tak lakukan langkah reaktif. Kalau didemo apa kita langsung bawa ini ke ranah hukum? Ada tenggang rasa. Kapan dan di mana keluarkan statement. Pikiran kita harus bijak, jangan reaktif dan emosional," kata Zulfan. [Baca juga: Pidato Politikus Nasdem Dinilai Bentuk Islamophobia(ase)