Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 8 Agustus 2017 | 11:17 WIB
  • PDIP Tolak Ridwan Kamil, Nasdem Bimbang di Pilgub Jabar

  • Oleh
    • Hardani Triyoga,
    • Lilis Khalisotussurur
PDIP Tolak Ridwan Kamil, Nasdem Bimbang di Pilgub Jabar
Photo :
  • VIVA.co.id/Adi Suparman (20-7-17)
Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil.

VIVA.co.id – PDIP memastikan tak akan mengusung Walikota Ridwan Kamil di Pilgub Jabar, tahun depan. Merespons dinamika politik ini, Nasdem menyiapkan skenario lain yaitu berkoalisi dengan parpol “menengah” dan mempersilakan Emil menempuh jalur independen.

Bagi Ketua DPP Partai Nasdem, Johnny G Plate, sikap PDIP sebagai proses politik menuju Pilgub Jawa Barat.

"Semua proses politik di Jawa Barat itu sedang berlangsung, bukan final, belum final," kata Johnny di DPP Nasdem, Jakarta, Senin 7 Agustus 2017.

Ia menambahkan Nasdem akan mencari paket calon yang terbaik untuk Jawa Barat. Hingga kini Nasdem masih menjagokan Emil. Adapun bakal calon wakilnya masih belum ditentukan.

Bila opsi ini dipilih Nasdem maka akan dilakukan koalisi dengan parpol di luar poros Gerindra-PKS dan PDIP. Peluang ini bisa dilakukan Nasdem dengan menggandeng parpol seperti PAN, PKB, dan PPP agar syarat minimal mengusung pasangan calon bisa terealisasi.

"Akan bekerja sama dengan partai-partai lain untuk memenuhi syarat sebagaimana amanat undang-undang. Kita serahkan terkait dengan jabatannya dia calon gubernur atau wakil kepada calon, kepada Kang Emil sendiri untuk mengambil posisi," lanjut Johnny.

Terkait kemungkinan Emil melalui jalur independen kalau memang hanya Nasdem yang mengusung, ia mengatakan opsi tersebut terbuka. Pasalnya, bila hanya Nasdem, dipastikan tiket Emil ke Pilgub Jabar lewat kendaraan parpol makin berat. Nasdem sendiri di Jabar hanya memiliki kekuatan 4 kursi.

"Opsi semuanya dibuka termasuk melalui jalur perseorangan dan jalur partai politik. Karena apa? Ini bukan hal yang bertabrakan jalur perseorangan dan jalur partai politik itu complimentary, saling melengkapi," kata Johnny.

Sebelumnya, Nasdem jauh-jauh hari telah mendeklarasikan mendukung Emil. Namun, partai itu membutuhkan dukungan partai lain, terutama berharap kepada PDIP, untuk memenuhi syarat minimal pencalonan Emil dalam Pilgub Jabar pada 2018.

Dikonfirmasi terpisah, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memastikan partainya tak akan mengusung Emil di Pilgub Jabar. Salah satu alasan yang disinggung terkait sikap Emil yang tanpa berkomunikasi dengan parpol lain ketika diusung Nasdem.

Deklarasi sebagai cagub lewat Nasdem ini yang membuat PDIP kesal. Sebagai parpol “penguasa” Jabar dengan kekuatan 20 kursi, partai berlambang Banteng Moncong Putih ini bisa mengusung pasangan calon tanpa berkoalisi dengan parpol lain.

"Karena Pak Ridwan Kamil yang sudah mengajukan diri sebagai gubernur ya sudah. Itu hak beliau. Hanya, dalam hal ini kolektivitas partai dengan dialog harus diutamakan. Ini yang harus dilihat sebagai sikap," ujar Hasto saat dihubungi, Selasa, 8 Agustus 2017. (one)