Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 8 Agustus 2017 | 16:56 WIB
  • PAN Heran Victor Laiskodat dan Nasdem Ogah Minta Maaf

  • Oleh
    • Hardani Triyoga,
    • Reza Fajri
PAN Heran Victor Laiskodat dan Nasdem Ogah Minta Maaf
Photo :
  • partainasdem.id
Politikus Nasdem Victor Laiskodat

VIVA.co.id – Sikap Partai Nasdem yang enggan meminta maaf atas pidato kontroversial Victor Laiskodat dipertanyakan Partai Amanat Nasional (PAN). Padahal menurut PAN permintaan minta maaf itu adalah sesuatu yang sederhana.

Mengacu persoalan, seyogyanya Ketua Fraksi Nasdem beserta partainya itu dianggap mesti meminta maaf karena sudah menuduh pihak lain.

"Kita kan minta Victor itu minta maaf. Kalau minta maaf sih menurut saya enggak terlalu masalah. Kenapa sih enggak mau minta maaf? Dia kan sudah menuding pihak lain, pihak lain merasa keberatan," kata Ketua DPP PAN Yandri Susanto di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa, 8 Agustus 2018.

Yandri meminta pihak Nasdem tidak main tafsir sendiri atas pidato Victor. Jika Nasdem tetap enggan meminta maaf, dia meminta pihak kepolisian tetap memproses hukum Victor.

"Nah kalau misalkan enggak minta maaf ya, Bareskrim itu menurut kami, kami minta polisi lanjut terus. Karena enggak ada permintaan maaf," ujar Yandri.

Menurut Yandri, hubungan PAN dengan partai lain, termasuk Nasdem, baik-baik saja. Karena itu, menurut dia, masalah ini bisa diselesaikan secara baik, diawali dengan permintaan maaf.

"Kalau ada masalah mari kita selesaikan baik-baik, juga melalui nilai-nilai Pancasila. Salah satunya minta maaf kalau sudah menyinggung atau mengusik pihak lain atau partai lain," ucap Yandri.
    
Seperti diberitakan, publik dikejutkan dengan pidato Victor Laiskodat saat mengunjungi daerah pemilihannya di Kupang, NTT. Dalam pidatonya, Victor menyatakan bahwa di Indonesia terdapat sejumlah partai politik yang mendukung sistem negara Khilafah.

Pidato politik itu disampaikan Victor saat deklarasi dukungan terhadap salah satu pasangan calon kepala daerah yang akan bertarung pada Pilkada 2018.

Dalam pernyataannya, Victor mengajak masyarakat untuk tidak memilih calon kepala daerah yang didukung oleh partai politik yang mendukung sistem Khalifah Islamiyah di Indonesia. Empat parpol yang disinggung Victor yaitu Gerindra, Demokrat, PKS, dan PAN. Di pidatonya, Victor dinilai melontarkan pernyataan bernada provokatif.  [Baca juga: Pidato Politikus Nasdem Dinilai Bentuk Islamophobia] (ase)