Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 10 Agustus 2017 | 12:39 WIB
  • Ditinggal PDIP, Ridwan Kamil Jalin Komunikasi dengan Hanura

  • Oleh
    • Hardani Triyoga,
    • Adi Suparman (Bandung)
Ditinggal PDIP, Ridwan Kamil Jalin Komunikasi dengan Hanura
Photo :
  • Bandung.go.id
Ridwan Kamil, Wali Kota Bandung Jawa Barat

VIVA.co.id – Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil menjalin komunikasi politik dengan Partai Hanura terkait dukungan pada Pilgub Jawa Barat. Pria yang akrab disapa Kang Emil ini bahkan disebut sudah berkomunikasi dengan Ketua Umum DPP Hanura Oesman Sapta Odang.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Nasdem, Saan Mustopa menjelaskan, komunikasi selanjutnya dengan Hanura akan dibahas dengan Ketua DPD Hanura Jabar Aceng Fikri.

"Kang Emil sudah komunikasi dengan ketua umum Hanura, tinggal Aceng Fikri, akan cari momen yang pas," kata Saan saat dihubungi, Kamis 10 Agustus 2017.

Menurut Saan, jika penjajakan dengan Partai Hanura menghasilkan kesepakatan koalisi, akan menjadi kekuatan politik yang cukup. Pasalnya, sudah ada PKB dan PPP yang dikklaim siap mendukung Emil sebagai bakal cagub Jabar.

Saan menambahkan, komunikasi politik saat ini diprioritaskan intensif dari tingkat DPP. "Di tingkat DPP dulu, komunikasi yang intensif. Kalau misalnya Hanura gabung, itu akan signifikan, itu kan menjadi 24 kursi. Kekuatan politik jadi besar,” ujarnya menambahkan.

Saan mengklaim, partai kompetitor yaitu PDIP dan Golkar yang saat ini sudah mendeklarasikan koalisi, merupakan bukti figur Ridwan Kamil membuat gelisah. "Enggak ada masalah (dengan Golkar PDIP), koalisi yang besar itu bukan jaminan. Mungkin karena melihat sosok Ridwan Kamil, mereka jadi gentar," katanya.

Sebelumnya, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memastikan, PDIP kemungkinan besar akan berkoalisi dengan Golkar. Koalisi ini juga menutup pintu Emil diusung oleh PDIP.

Salah satu alasan yang disinggung terkait sikap Emil yang tanpa berkomunikasi dengan parpol lain ketika diusung Nasdem.

Deklarasi sebagai cagub lewat Nasdem ini yang membuat PDIP kesal. Sebagai parpol “penguasa” Jabar dengan kekuatan 20 kursi, partai berlambang Banteng Moncong Putih ini bisa mengusung pasangan calon tanpa berkoalisi dengan parpol lain.

"Karena Pak Ridwan Kamil yang sudah mengajukan diri sebagai gubernur ya sudah. Itu hak beliau. Hanya, dalam hal ini kolektivitas partai dengan dialog harus diutamakan. Ini yang harus dilihat sebagai sikap," ujar Hasto, Selasa, 8 Agustus 2017. (mus)