Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 13 September 2017 | 11:27 WIB
  • Fadli Zon Ragu Elektabilitas Jokowi Kalahkan Prabowo

  • Oleh
    • Syahrul Ansyari,
    • Reza Fajri
Fadli Zon Ragu Elektabilitas Jokowi Kalahkan Prabowo
Photo :
Wakil Ketua DPR, Fadli Zon.

VIVA.co.id - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menanggapi hasil survei Centre for Strategic and International Studies (CSIS) baru-baru ini. Dalam survei itu, elektabilitas Joko Widodo mengalahkan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

"Kalau yang saya temukan di lapangan tidak seperti itu ya. Masyarakat sampaikan kehidupan ekonomi sulit, terutama dianggap harga-harga semakin naik, semakin sulit terjangkau, daya beli lemah," kata Fadli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu 13 September 2017.

Fadli mengakui survei adalah indikator. Namun, dia menilai semua pihak seharusnya lebih melihat realita yang terjadi di masyarakat. Dia sendiri meragukan hasil survei itu.

"Menurut saya tidak sesuai fakta-fakta di lapangan. Kehidupan susah, pekerjaan susah, pendapatan makin berkurang dan daya beli masyarakat lemah, ini yang dirasakan masyarakat umumnya," ujar Wakil Ketua DPR ini.

Ketika ditanyakan apakah survei itu semacam pesanan, Fadli mengaku tidak tahu. Namun, dengan fakta yang dia beberkan tadi, dia meragukan adanya kepuasan terhadap pemerintahan Jokowi.

"Dari sisi performa saya kira sangat dirasakan ekonomi sekarang ini berat. Saya tidak tahu kepuasannya di mana," kata Fadli.

Sebelumnya, CSIS menemukan proyeksi elektabilitas Jokowi sebesar 50,9 persen. Proyeksi tersebut meningkat dari hasil survei serupa yang juga dilakukan CSIS secara berturut-turut dua tahun ke belakang.

"Suara Joko Widodo mengalami kenaikan cukup signifikan, sekitar sembilan persen dari tahun sebelumnya," ujar Direktur Eksekutif CSIS, Philips J Vermonte, dalam pemaparan hasil survei di kantornya, Jakarta, Selasa, 12 September 2017.

Dijelaskan proyeksi elektabilitas Jokowi pada 2015 dan 2016 adalah 36,1 persen serta 41,9 persen.

Kemudian di urutan kedua, bekas rival Jokowi di Pilpres 2014, Prabowo Subianto, juga mengalami fluktuasi proyeksi elektabilitas selama tiga tahun sejak 2015. Prabowo secara berturut-turut meraih proyeksi elektabilitas 28 persen (2015), 24,3 persen (2016), dan 25,8 persen (2017).

"Rival terdekat Jokowi, Prabowo Subianto, terlihat mengalami stagnasi suara," ujar Philips.