Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 13 September 2017 | 14:27 WIB
  • Jokowi dan JK Tak Ingin Terlena Hasil Survei CSIS

  • Oleh
    • Syahrul Ansyari,
    • Agus Rahmat
Jokowi dan JK Tak Ingin Terlena Hasil Survei CSIS
Photo :
  • ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf
Presiden Joko Widodo Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla.

VIVA.co.id - Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla tidak ingin terlena mendapat kepuasan publik yang tinggi terhadap kinerjanya. Seperti yang terlihat dari hasil survei CSIS, kepuasan masyarakat pada pemerintah disebut terus naik.

Juru Bicara Presiden, Johan Budi Sapto Pribowo, mengatakan hasil survei seperti yang dirilis CSIS itu memang menunjukkan kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah yang tinggi. Kerja pemerintah, dianggap dirasakan oleh masyarakat.

"Namun demikian, hasil survei ini tidak melenakan pemerintah," kata Johan Budi, dalam pesan singkatnya, Rabu 13 September 2017.

Pemerintah memastikan, tetap bekerja demi menciptakan kesejahteraan masyarakat. Hasil survei, tidak lantas membuat pemerintah terlena dan mengkendorkan kerjanya.

"Justru sebaliknya sebagai pendorong agar pemerintah bekerja lebih keras dan lebih baik lagi," lanjut Johan.

Seperti diketahui, tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla setiap tahun mengalami kenaikan.

Pada 2015, kepuasan publik mencapai 50,6 persen sementara yang tidak puas 48,2 persen. Pada 2016 kepuasan pubik 66,5 persen sementara yang tidak puas 32,8 persen. Pada 2017 kepuasan publik meningkat yakni 68,3 persen dan yang tidak puas terus turun dari tahun sebelumnya yakni 31,5 persen.

Survei dilakukan dengan responden 1.000 warga negara Indonesia (WNI) calon pemilik hak pilih di Pilpres 2019 yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Penarikan sampel dari populasi seluruh WNI ini dilakukan secara acak menggunakan metode penarikan multi-stage random sampling.

Sementara, pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara tatap muka berdasarkan kuesioner terstruktur. margin of error survei kurang lebih 3,1 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.