Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 14 September 2017 | 23:09 WIB
  • Alasan Gerindra Jabar Tarik Dukungan Deddy-Syaikhu

  • Oleh
    • Dusep Malik,
    • Adi Suparman (Bandung)
Alasan Gerindra Jabar Tarik Dukungan Deddy-Syaikhu
Photo :
  • VIVA.co.id/Mohammad Yudha Prasetya
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Presiden PKS, Sohibul Iman.

VIVA.co.id – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Jawa Barat, Mulyadi, menilai pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur, Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu sejak dinyatakan diusung, belum pernah menindaklanjuti keseriusan di internal partai.

Deddy Mizwar dan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu sebelumnya dinyatakan berpasangan di Pemilihan Gubernur Jawa Barat pada 16 Agustus 2017 yang didukung Gerindra.

"Umpamanya Pak Prabowo meminta saya menyediakan bus untuk perjalanan Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu menuju Gedung Sate, tapi yang bersangkutan tidak kunjung datang mengambil bus," ujar Mulyadi, Kamis 14 September 2017.

Mulyadi mengklaim terus dimintai penjelasan oleh Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto perihal perkembangan kedua calon itu. Namun, menurut Mulyadi, karena tidak ada niat baik dan keseriusan dari keduanya, akhirnya Gerindra Jawa Barat menarik dukungan.

"Pak Prabowo terus menanyai saya, sudah sampai mana perjalanan busnya. Karena sudah sebulan tidak dipakai juga, saya tarik busnya. Karena Pak Prabowo bilang, saya sebagai pengambil keputusan partai di Jawa Barat," tegasnya.

Sebelumnya, Mulyadi menyatakan, terkait sikap pencabutan dukungan terhadap kader PKS Ahmad Syaikhu sebagai bakal calon wakil gubernur di Pilgub Jabar 2018, sudah bulat.

Menurutnya, sikap tersebut berdasarkan situasi perkembangan terbaru dinamika politik di Jawa Barat dan petunjuk dari tingkat pusat.

"Karena Pak Prabowo selalu meminta laporan atas perkembangan di Jabar dan Beliau selalu mendengarkan apa pun masukan dan informasi dari saya selaku Ketua DPD," ujar Mulyadi.

Menurutnya, keputusan memasangkan Ahmad Syaikhu dengan Deddy Mizwar, sulit untuk mendapatkan peluang dalam kontestasi di Pilgub Jabar.

"Untuk mengusung pasangan Demiz-Saikhu, sejauh ini menjadi sulit direalisasikan karena pertimbangan atas kesiapan kandidat dan PKS," ujarnya. (ase)