Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 15 September 2017 | 15:31 WIB
  • Lucu, Bapak Ini Tak Tahu Nama Jokowi

  • Oleh
    • Syahrul Ansyari,
    • Agus Rahmat
Lucu, Bapak Ini Tak Tahu Nama Jokowi
Photo :
  • VIVA.co.id/ Agus Rahmat.
Abubakar dengan hadiah sepeda dari Presiden Jokowi.

VIVA.vo.id - Ada kejadian lucu, saat Presiden Joko Widodo membagikan 2.500 sertifikat tanah untuk warga Kalimantan Selatan, Jumat, 15 September 2017.

Seperti biasa, Jokowi dalam kesempatan itu membagi-bagikan sepeda. Ada tiga sepeda yang disiapkan. Kepala negara meminta penerima sertifikat yang berumur di atas 70 tahun, untuk maju.

Berjalan agak pelan, majulah seorang pria yang umurnya lebih dari 70 tahun, warga Banjarmasin. Bahkan ia digandeng oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) karena sudah renta. Belakangan diketahui nama bapak ini Abubakar.

Giliran dia ditanya oleh Jokowi, setelah dua orang sebelumnya sukses menjawab nama-nama pulau dan menghafalkan Pancasila. Namun, Jokowi terlihat tidak tega memberi soal yang susah. Jokowi akhirnya bertanya luas tanah yang ada di sertifikatnya.

"Delapan meter, di belakangnya ada sungai," kata Abubakar.

Sontak Jokowi kaget. Dia bertanya lagi, namun tetap dijawab sama. Akhirnya Jokowi meminta sertifikat yang dipegang Abubakar. Tercantum luasnya 150 meter persegi.

"Pak Abubakar mau dikasih pertanyaan?" tanya Jokowi.

Abubakar dengan suara yang pelan, mengiyakannya.

"Nama saya siapa," tanya Jokowi. Presiden bertanya itu, karena khawatir ada yang tidak tahu namanya.

"Abubakar," jawab Abubakar, yang membuat seisi ruangan tertawa.

Jokowi pun tertawa, karena yang dimaksud adalah nama dia, bukan Abubakar. Abubakar sempat kesusaha. Walau berhasil menjawab, tapi dia menyebutnya kurang jelas. Meski begitu, Jokowi tetap memberi hadiah sepeda.

Usai acara pembagian sertifikat, Abubakar memang terlihat kurang lancar berbahasa Indonesia. Dia juga saat ditanya kembali siapa nama mantan Gubernur DKI Jakarta itu, terdengar kesusahan menyebut Jokowi. Meski begitu, ia senang akhirnya bisa mendapatkan sertifikat tanah.

"Sudah tiga puluh tahun baru sekarang (dapat sertifikat)," katanya.

Sejauh ini, untuk mengamankan tanahnya hanya bermodal surat dari kelurahan. Namun kini, ia mendapat sertifikat. Bahkan ia tersenyum saat ditanya perasaannya, yang kini mendapat sertifikat.

"Alhamdulillah, kada (tidak) bayar apa-apa, lagi gratis. Pemerintah kita bagus," katanya.

Luas tanah di Kalimantan Selatan lebih kurang 2.030.615 bidang. Namun baru lebih kurang 771.171 bidang ataiu 37,97 persen yang bersertifikat.