Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 15 September 2017 | 19:48 WIB
  • Lukas Enembe Bantah Bicara Politik dengan Kepala BIN

  • Oleh
    • Syahrul Ansyari
Lukas Enembe Bantah Bicara Politik dengan Kepala BIN
Photo :
  • VIVA.co.id/istimewa
Kepala BIN Budi Gunawan, Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Gubernur Papua

VIVA.co.id - Gubernur Papua Lukas Enembe membenarkan pertemuan dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Kepala BIN Budi Gunawan, dan Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw. Namun, dia membantah bila pertemuan itu dalam rangka Pilkada 2018 atau Pilpres 2019 khususnya memenangkan Jokowi.

"Bukan itu (dipasangkan dengan Paulus dan memenangkan Jokowi)," ujarnya saat dihubungi, Jumat, 15 September 2017.

Lukas mengakui pertemuan itu memang terjadi, tepatnya di rumah Kepala BIN di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada 5 September lalu. Menurutnya, banyak hal yang dilaporkan dan dibahas bersama Kepala BIN salah satunya mengenai kejadian paska Pilkada Serentak 2017.

Pada saat itu, ada beberapa kabupaten/kota di Papua yang melaksanakan pemilihan. Lukas meminta kepada Kepala BIN agar disampaikan kepada Mendagri Tjahjo Kumolo untuk segera dilakukan pelantikan.

"Bahkan ada lima wilayah yang PSU (pemilihan suara ulang). Sesuai putusan MK (Mahkamah Agung) harus segera dilantik. Saya meminta arahan agar tidak terjadi bentrok nanti," katanya.

Lalu, mereka juga membahas mengenai pelaksanaan otonomi khusus di Papua yang tinggal 6 tahun lagi. Untuk itu, dia menyarankan agar pemerintah pusat menyiapkan grand design.

"Nah setelah otonomi khusus itu nanti seperti apa. Saya diskusi itu," lanjut dia.

Selain itu, Lukas juga menyampaikan perkembangan pelaksanaan PON di Papua. Papua akan menjadi tuan rumah PON pada 2020.

"Kami meminta dukungan dari BIN dan Polri untuk mengamankan itu," tuturnya.

Sebelumnya, Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai mengungkapkan adanya pertemuan antara Gubernur Papua Lukas Enembe dengan Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan pada 4 September 2017. Menurut dia, dalam pertemuan ini juga dihadiri oleh Kapolda Sumatera Utara Paulus Waterpauw.

Natalius menyampaikan, Lukas berada dalam kondisi yang membahayakan. Menurut dia, Lukas dipaksa untuk berpasangan dengan Paulus dalam Pemilihan Gubernur Papua, untuk kemudian memenangkan Joko Widodo di Pemilu 2019.