Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 2 Oktober 2017 | 13:35 WIB
  • Wasekjen Golkar: Setya Novanto akan Pulang

  • Oleh
    • Hardani Triyoga,
    • Lilis Khalisotussurur
Wasekjen Golkar: Setya Novanto akan Pulang
Photo :
  • ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Ketua DPR sekaligus Ketua Umum DPP Golkar Setya Novanto.

VIVA.co.id – Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto saat ini masih dalam perawatan di Rumah Sakit Premier Jatinegara, Jakarta Timur. Wakil Sekjen DPP Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan, dari informasi yang diperolehnya, Novanto akan segera diperbolehkan pulang.

"Ini kaitannya dengan sakitnya Pak Novanto yang hari ini saya mendapatkan informasi beliau akan pulang," kata Ace di gedung DPR, Jakarta, Senin, 2 Oktober 2017.

Ia pun berharap Novanto cepat sembuh, sehingga bisa kembali memimpin Golkar. Pasalnya, dengan membaiknya kondisi Novanto, diperkirakan bisa kembali memimpin rapat.

Terkait agenda pleno malam ini, ia menduga akan kembali ditunda. Ace belum bisa memastikan, karena sejauh ini ia juga belum mendapat undangan pemberitahuan terkait agenda pleno.

"Kalau situasi seperti itu bisa saja dimungkinkan Pak Nov pertimbangannya akan hadir, bisa jadi akan diundur. Kami sebagai pengurus DPP akan standby terkait pelaksanaan rapat pleno yang dimaksud," jelas Ace.

Ia tak menampik rencana pleno soal kelanjutan rapat harian sebelumnya. Agenda yang dimaksud terkait rekomendasi Tim Kajian Elektabilitas untuk membahas soal nonaktifnya Ketua Umum Golkar Setya Novanto.

"Tapi demikian mungkin karena ada perkembangan terkait dengan hasil praperadilan yang menyatakan Pak Setnov telah memenangkan, tentu terjadi perubahan yang berbeda daripada yang sebelumnya," tutur Ace.

Sebelumnya, Tim Kajian yang digawangi Ketua Koordinator Bidang Polhukam DPP Golkar Yorrys Raweyai mendesak Novanto mundur dan menunjuk Pelaksana Tugas Ketua Umum. Hal ini karena penurunan elektabilitas Golkar karena tersandera kasus korupsi e-KTP.

Rencananya, pleno digelar Jumat, 29 September 2017. Namun, ditunda karena alasan berbenturan dengan jadwal lain di kantor DPP Golkar. (ase)