Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 2 Oktober 2017 | 17:44 WIB
  • Hampir 3 Tahun Berjalan, 5 Kekurangan Pemerintahan Jokowi

  • Oleh
    • Hardani Triyoga,
    • Rifki Arsilan
Hampir 3 Tahun Berjalan, 5 Kekurangan Pemerintahan Jokowi
Photo :
  • VIVA.co.id/M Ali Wafa
Presiden Joko Widodo Buka IBD Expo 2107

VIVA.co.id – Lembaga Media Survei Nasional (MEDIAN) merilis hasil survei tentang lima besar keberhasilan dan kekurangan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla selama hampir tiga tahun berjalan. Ada lima keberhasilan yang menonjol selama pemerintahan Jokowi-JK.

Direktur Eksekutif Median Rico Marbun menyatakan, perjalanan pemerintahan Jokowi-JK hingga medio periode berjalan saat ini memiliki beberapa keberhasilan.

"Pertama, keberhasilan pemerintah yang paling dirasakan rakyat adalah pembangunan infrastruktur, yaitu sebesar 25,6 persen," kata Rico Marbun di daerah Cikini, Jakarta Pusat, Senin 2 Oktober 2017.

Selain infrastruktur, lanjut dia, masyarakat juga mengakui keberhasilan Jokowi-JK pada empat program lainnya, yaitu kesehatan dengan memberlakukan kesehatan gratis sebesar 10 persen. Bantuan untuk orang miskin sebesar 8,3 persen, sekolah gratis sebesar 6,6 persen. Kemudian, di sektor hukum yaitu pemberantasan korupsi sebesar 2 persen.

"Dari kelebihan itu ada juga masyarakat yang mengungkapkan kekurangan pemerintahan saat ini khususnya di bidang ekonomi yang masih dianggap sulit yaitu sebesar 12.4 persen," ujarnya.

Ia menambahkan, lima besar kekurangan pemerintahan saat ini yang menjadi keluhan masyarakat adalah kesulitan ekonomi sebesar 12,4 persen. Keluhan sulitnya mendapatkan lapangan pekerjaan sebesar 10 persen.

Lalu, mahalnya harga sembako dan tarif dasar listrik (TDL) sebesar 9,6 persen juga menjadi catatan lain. Tingginya angka kejahatan tindak pidana korupsi sebesar 9,5 persen. Dan, kelima penegakan hukum yang dianggap tebang pilih, yaitu sebesar 5,4 persen.

"Data persepsi publik atas keberhasilan dan kekurangan pemerintah menunjukkan bahwa keberhasilan Jokowi dalam membangun infrastruktur sementara ini belum mampu meredam kegelisahan publik atas beratnya beban ekonomi," kata Rico.

Untuk diketahui, survei yang dilakukan oleh lembaga survei Median ini dilakukan dengan melibatkan 1000 responden yang tersebar di 34 provinsi. Sampel dipilih secara random dengan teknik multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen, dan margin of error kurang lebih 3,1 persen.