Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 4 Oktober 2017 | 14:28 WIB
  • Moeldoko Minta Polemik Jenderal Gatot Dihentikan

  • Oleh
    • Syahrul Ansyari,
    • Eka Permadi
Moeldoko Minta Polemik Jenderal Gatot Dihentikan
Photo :
  • VIVA.co.id/ Eka Permadi.
Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko.

VIVA.co.id – Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko meminta masyarakat menghentikan polemik  pernyataan Panglima TNI Gatot Nurmantyo dan Presiden Joko Widodo yang menyatakan dirinya sebagai panglima tertinggi. Menurutnya, masyarakat saat ini perlu mendapatkan sebuah kondisi teduh, nyaman, aman.

"Tidak inginkan kegaduhan yang waktu ke waktu muncul," kata Moeldoko usai memberikan kuliah umum di forum Para Syndicate, Jakarta, Rabu 4 Oktober 2017.

Moeldoko menambahkan atas dasar itu dia tidak ingin memicu kegaduhan baru dengan berbagai pernyataan terkait hubungan, Gatot Nurmantyo dan Jokowi. "Saya tidak komentari pandangan, perbuatan atau statement siapa pun. Saya bagian dari masyarakat itulah harapannya," ujar Moeldoko.

Purnawirawan jenderal bintang empat ini mengingatkan polemik di dalam negeri bisa membuat bangsa ini lengah. Padahal, bahaya sesungguhnya bisa datang dari luar setiap saat.

"Dunia sedang kompetitif luar biasa. Jangan sampai ancaman-ancaman di luar tidak dikenali dengan baik, tapi justru sebagai bangsa memunculkan ancaman baru yang diciptakan sendiri. Ini berbahaya, ancaman dari luar sangat luar biasa untuk sikapi," tegasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta jajarannya fokus bekerja pada bidangnya masing-masing. Ia meminta semua lembaga dan kementerian yang di bawahnya tak ada gesekan. Namun, bila ada gesekan maka harus diselesaikan dengan baik.

Hal ini dikatakan Jokowi dalam pembukaan rapat kabinet paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Senin, 2 Oktober 2017. Jokowi tidak ingin antarlembaga dan kementerian saling berselisih.

Seperti diketahui, polemik pembelian 5 ribu senjata yang diungkap Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, menuai polemik, terutama dengan Badan Intelijen Negara dan Polri.

"Sebagai Kepala Pemerintahan, sebagai Kepala Negara, sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Darat, Laut dan Udara, saya perintahkan kepada bapak ibu dan saudara-saudara sekalian fokus pada tugas masing-masing," kata Jokowi.

Ia mengingatkan Kabinet Kerja terus saling bersinergi tanpa berselisih. "Terus bekerja sama, terus bersinergi," jelas Jokowi.

Jokowi menginginkan seluruh jajaran kementerian dan lembaga untuk bersinergi. Untuk saling bekerja sama dalam mensukseskan program-program pemerintah.

"Jaga stabilitas politik, jaga stabilitas ekonom," katanya.