Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 5 Oktober 2017 | 15:18 WIB
  • PKS: Diundang Parpol, Bukan Berarti Gatot Berpolitik

  • Oleh
    • Syahrul Ansyari,
    • Lilis Khalisotussurur
PKS: Diundang Parpol, Bukan Berarti Gatot Berpolitik
Photo :
  • VIVA.co.id/ Reza Fajri.
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

VIVA.co.id - Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini menilai, wajar saja Presiden Jokowi sebagai panglima tertinggi di TNI mengingatkan agar TNI tak masuk politik praktis. Meski begitu, ia menegaskan, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sama sekali tak bermanuver politik.

"Saya juga tidak melihat bahwa TNI bermanuver politik. Kalau seorang panglima diundang parpol datang itu bukan berarti bermanuver politik. Karena kita berbicara tentang bangsa dan negara, tentang Pancasila, NKRI," kata Jazuli di Gedung DPR, Jakarta, Kamis, 5 Oktober 2017.

Ia menjelaskan, tak ada kontrak politik yang dibuat Gatot misalnya dengan PKS. Tapi pada praktisnya, TNI memang harus berpolitik dalam konteks politik negara.

"Yang dijelaskan Panglima bahwa Panglima dan TNI harus berpolitik tapi politik negara. Itu sudah benar dan tidak ada yang perlu dipertentangkan. Semuanya pas," kata Jazuli.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengingatkan, bahwa Tentara Nasional Indonesia tak dilarang berpolitik, tetapi bukan politik praktis, melainkan politik kenegaraan dan kebangsaan.

Kepala Negara menyitir ajaran Panglima Besar Jenderal Soedirman tentang hakikat politik untuk TNI, yaitu politik yang berdasarkan pada loyalitas kepada bangsa negara, bukan kepentingan golongan atau kelompok tertentu. (mus)