Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 7 Oktober 2017 | 14:39 WIB
  • Pengamat: Pernyataan Panglima TNI Bentuk Langkah Politik

  • Oleh
    • Lazuardhi Utama,
    • Lilis Khalisotussurur
Pengamat: Pernyataan Panglima TNI Bentuk Langkah Politik
Photo :
  • VIVA.co.id/Lilis Khalisotussurur
Pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie.

VIVA.co.id – Pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie menilai manuver yang dilakukan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai bentuk langkah politik.

Sebab, informasi yang seharusnya rahasia dan diselesaikan di internal pemerintah malah dipublikasikan. 

"Sekarang statement-nya dilakukan di depan para purnawirawan. Disampaikan itu A1. Kemudian dia bilang itu ilegal. Itu menurut saya sebuah drama politik," kata Connie dalam diskusi di warung daun, Jakarta, Sabtu 7 Oktober 2017.

Menurutnya, langkah yang dilakukan Gatot dengan membocorkan informasi intelijennya sebagai pelanggaran sumpah prajurit. Sebab seharusnya informasi tersebut hanya menjadi konsumsi presiden.

"Rahasia A satu untuk seorang Panglima TNI. Itu hanya presiden yang boleh tahu. Apa pun yang terjadi," kata Connie.

Menurutnya, sebagai seorang Panglima TNI, tidak mungkin langkahnya dilakukan tanpa perhitungan. Sebab, dalam dunia tentara ada prinsip seribu kali perang, seribu kali menang. Sehingga, pasti semua langkah Panglima telah dikalkulasi.

"Bahaya sekali seorang Panglima TNI itu melanggar sumpah prajuritnya sendiri, memegang rahasia negara sekeras-kerasnya. Dengan segala hormat ya, kalau sampai dibilang enggak berpolitik itu agak bingung saya," kata Connie.

Ia menjelaskan tentara adalah manusia yang disempurnakan. Tentara terikat dengan apa yang tidak diberikan kepada manusia sipil.

Misalnya, ada sumpah prajurit yang harus diikuti sejak dilantik jadi prajurit hingga purnawirawan. "Sumpah prajurit enggak pernah dicabut. Kemudian ada Sapta Marga," tuturnya.