Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 8 Oktober 2017 | 21:26 WIB
  • Golkar Masih Mantap Dukung Dedi Mulyadi sebagai Cagub Jabar

  • Oleh
    • Mohammad Arief Hidayat,
    • Eka Permadi
Golkar Masih Mantap Dukung Dedi Mulyadi sebagai Cagub Jabar
Photo :
  • ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Agun Gunanjar (kiri) dan Taufik Effendi (kanan) di Kantor KPK

VIVA.co.id – Partai Golkar belum berpaling dari Dedi Mulyadi, yang telah ditetapkan sebagai kandidat calon gubernur Jawa Barat pada pilkada tahun 2019. Bupati Purwakarta itu masih sah sebagai kandidat calon gubernur, meski pimpinan pusat Golkar belum menerbitkan surat rekomendasi.

Agun Gunanjar, Ketua Pemenangan Pemilu Jawa 1 Partai Golkar, menceritakan bahwa penetapan nama Dedi itu berdasarkan rapat pengurus tingkat kabupaten/kota dan provinsi di rumah Cuklit, Bogor, Jawa Barat, pada 1 Agustus 2017.

“Dan sudah membuat keputusan, menetapkan saudara Dedi Mulyadi sebagai calon gubernur Jawa Barat," kata Agun di rumah Cuklit, Bogor, pada Minggu, 8 Oktober 2017.

Dia mengaku kaget ketika muncul kabar bahwa Golkar akan mengusung Ridwan Kamil sebagai calon gubernur Jawa Barat. Dia memastikan kabar itu keliru karena penetapan Dedi Mulyadi sudah sesuai aturan Partai Golkar.

"Jadi kalau ada nama lain di luar keputusan itu, sampai hari ini saya belum pernah dilibatkan, dan belum pernah diajak membahas nama seperti Ridwan Kamil. Nama itu tiba-tiba muncul begitu saja," katanya.

Untuk menyeleksi hingga menetapkan calon ke daerah, Partai Golkar harus mengacu pada petunjuk pelaksanaan nomor 06. Dalam petunjuk pelaksanaan itu juga dijelaskan tidak boleh ada mahar politik hingga tawar-menawar tertentu. Alasannya nama calon kepala daerah harus muncul dari pengurus tingkat paling bawah, yakni tingkat kelurahan, lalu diputuskan di tingkat pimpinan pusat di Jakarta.

Anggota Komisi III DPR itu menolak jika dia disebut ikut bermanuver dalam Pilkada Jawa Barat. Menurutnya, Pilkada Jawa Barat harus menjadi ajang rekonsiliasi, karena provinsi itu penentu pemenangan Pemilu Presiden tahun 2019. (ren)