Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 11 Oktober 2017 | 16:49 WIB
  • Tak Temani Hasto Daftar ke KPU, Megawati ke Belgia

  • Oleh
    • Hardani Triyoga,
    • Syaefullah
Tak Temani Hasto Daftar ke KPU, Megawati ke Belgia
Photo :
  • VIVA.co.id/Syaefullah
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (kanan) saat daftar ke KPU.

VIVA.co.id – Dewan Pimpinan Pusat PDIP mendaftar sebagai peserta Pemilu 2019. Pendaftaran dilakukan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto tanpa disertai Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri.

Sejumlah pengurus PDIP seperti Ketua DPP Andreas Hugo Pareira dan Komarudin Watubun tampak menemani Hasto Kristiyanto saat pendaftaran ke KPU.

Hasto menjelaskan alasan Mega tak menghadiri pendaftaran ke KPU karena yang bersangkutan sedang mengikuti acara di luar negeri bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla.

"Saat ini Ibu Megawati Sukarno Putri sedang berada di Brussels mengikuti agenda nasional kita bersama Pak Jusuf Kalla," kata Hasto di kantor KPU, Jakarta Pusat, Rabu, 11 Oktober 2017.

Meskipun tanpa dihadiri Megawawati, prosesi pendaftaran PDIP sebagai peserta pemilu 2019 tetap dilaksanakan dan berjalan dengan lancar.

"Hari ini seluruh DPP PDIP mendapat tugas dari Ibu Megawati agar kami gunakan seluruh kepercayaan yang diberikan rakyat dengan mengikuti tahapan-tahapan penyelenggara pemilu," lanjutnya.

Hasto menuturkan dalam proses pendaftaran ini pengisian Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) mengalami kendala di Papua dan Papua Barat karena proses e-KTP terutama identifikasi NIK (nomor induk kependudukan) belum dapat dipenuhi.

"Sehingga, kondisi ini menyebabkan pengisian sipol kurang sempurna namun berkat kerja keras dapat kami penuhi," ujarnya.

Kemudian, terkait alasan PDIP memilih mendaftar pada Rabu Wage 11 Oktober 2017 karena mengacu Pemilu 2014 lalu. Saat itu, partai berlambang banteng moncong putih tersebut mendapatkan nomor urut  11.

"Kami memberikan apresiasi atas hal tersebut. Dan pendaftaran ini dengan penuh kegembiraan politik, mencerminkan wajah kebudayaan Indonesia yang ekspresinya luar biasa," katanya. (ren)