Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 11 Oktober 2017 | 18:13 WIB
  • PKB Resmi Usung Gus Ipul untuk Pilgub Jatim

  • Oleh
    • Tasya Paramitha,
    • Nur Faishal (Surabaya)
PKB Resmi Usung Gus Ipul untuk Pilgub Jatim
Photo :
  • VIVA.co.id/Nur Faishal
Ketua PKB Jatim, Abdul Halim Iskandar, dan Gus Ipul di Surabaya, Jawa Timur.

VIVA.co.id – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) resmi mengusung Saifullah Yusuf alias Gus Ipul sebagai bakal calon Gubernur Jawa Timur. Surat rekomendasi pencalonan dari Dewan Pimpinan Pusat PKB juga ditunjukkan. Namun, pengumuman itu tanpa didampingi pengurus dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai partai yang disebut akan berkoalisi, seperti tersiar sejak awal.

Pengumuman Gus Ipul sebagai bakal cagub Jatim disampaikan oleh jajaran Dewan Pimpinan Wilayah PKB Jawa Timur di hadapan pengurus DPC se-Jatim di Ballroom Novotel Surabaya, Rabu 11 Oktober 2017. Ketua DPD PKB Jatim, Abdul Halim Iskandar dan Gus Ipul juga hadir.

Halim mengatakan, surat rekomendasi DPP PKB yang menyatakan bahwa partainya mengusung Gus Ipul sebagai bakal cagub Jatim tertanggal 5 Oktober 2017. Dengan begitu, keputusan PKB soal calon yang akan diusung pada Pemilihan Gubernur Jatim sudah final, yakni Gus Ipul.

“Jadi sudah lama sebetulnya (rekomendasi DPP PKB kepada Gus Ipul),” katanya.

Ditanya kenapa PKB mengumumkan Gus Ipul lebih dahulu dari rencana pengumuman serupa yang akan dilakukan PDIP di Jakarta pada 15 Oktober 2017 nanti, Halim mengatakan bahwa sebetulnya tidak ada istilah dahulu-mendahului. Apalagi sejak awal PKB sudah lebih awal memasarkan nama Gus Ipul, termasuk saat silaturrahmi ke partai-partai lain.

“(Surat rekomendasi) ini melegalkan secara administrasi,” ucapnya.

Soal tindak lanjut wacana koalisi dengan PDIP, kakak kandung Ketum PKB, A Muhaimin Iskandar itu menyerahkan sepenuhnya kepada partai koalisi.

“Calon Wakil Gubernur Jatim akan ditetapkan kemudian oleh DPP PKB setelah menerima kajian dari desk Pilkada pusat. Artinya PKB masih terbuka ruang koalisi dengan siapapun,” tandas Halim.

Sementara itu, Gus Ipul mengatakan bahwa surat rekomendasi dari DPP PKB atas dirinya itu adalah jawaban atas keraguan sejumlah pihak pada kesungguhan PKB mengusung dirinya di Pilgub Jatim 2018.

“Ini formalitas saja, supaya (menjawab) mungkin ada yang bertanya-tanya, kok formalitasnya enggak ada,” ucapnya.

Manuver PDIP

Pengumuman bakal cagub Jatim oleh PKB itu disampaikan dua hari setelah Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristyanto, menemui Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini alias Risma, secara khusus atas perintah Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Pertemuan itu sepekan sebelum PDIP menjadwalkan pengumuman bakal cagub-cawagub Jatim di Jakarta pada 15 Oktober 2017 nanti.

Muncul dua pendapat politik atas pertemuan Hasto dan Risma itu. PDIP akan mengusung Bacagub sendiri tanpa PKB alias Gus Ipul, atau PDIP menyiapkan kadernya untuk berpasangan sebagai Bakal Calon Wakil Gubernur mendampingi Gus Ipul. Jika analisa terakhir yang benar, nyatalah wacana yang berkembang bahwa PKB dan PDIP berkoalisi pada Pilgub Jatim 2018.

Selain Gus Ipul, bakal cagub yang siap menjadi pesaing kuatnya adalah Khofifah Indar Parawansa, yang saat ini Menteri Sosial. Partai Golkar, Nasdem dan Hanura disebut-sebut siap berkoalisi mengusung Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama itu. Selain tiga partai itu, Partai Demokrat juga disebut-sebut akan mendukung Khofifah. (ren)