Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 13 Oktober 2017 | 15:49 WIB
  • Sudah Sembuh, Setya Novanto Kunjungi Pengungsi Gunung Agung

  • Oleh
    • Hardani Triyoga,
    • Lilis Khalisotussurur
Sudah Sembuh, Setya Novanto Kunjungi Pengungsi Gunung Agung
Photo :
  • VIVA.co.id/Istimewa
Setya Novanto kunjungi pengungsi Gunung Agung.

VIVA.co.id – Usai pulih dari sakit, Ketua DPR Setya Novanto mulai kembali beraktivitas. Kali ini, Ketua Umum DPP Partai Golkar tersebut mengunjungi langsung pengungsi Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali.

Dalam foto yang diterima VIVA.co.id, Novanto nampak mengangkat selang yang mengalirkan air bersih ke tangki. Tak tampak wajah pucat setelah sakit yang beberapa pekan dialaminya. Pasalnya, ia juga sempat bercengkrama dengan warga pengungsi.

"Sepanjangan perjalanan kali ini, saya sepenuhnya merasakan kegelisahan para pengungsi yang saat ini berjumlah ratusan ribu jiwa. Mereka harus meninggalkan kampung halaman, meninggalkan aktivitas keseharian dan kehilangan mata pencaharian," kata Novanto dalam keterangan tertulisnya, Jumat 13 Oktober 2017.

Ia pun mengapresiasi kesigapan pemerintah pusat dan daerah yang melayani masyarakat dengan memberikan bantuan-bantuan yang memang diperlukan warga.

"Saya berharap situasi Gunung Agung secepatnya kembali normal, sehingga ratusan ribu warga di pengungsian bisa kembali ke habitatnya, kembali ke kampung halaman melanjutkan aktivitas demi masa depan yang lebih baik," lanjut Novanto.

Sebelumnya, Novanto masuk ke RS Premier Jatinegara pada Senin 18 September lalu. Sebelumnya, Novanto juga menjalani perawatan di RS Siloam Semanggi. Di RS Premier Jatinegara, mantan Bendahara Umum Golkar tersebut menjalani perawatan usai didiagnosa mengalami sakit yang cukup serius antara lain vertigo, gula darah, hingga jantung. Bahkan, fotonya ketika dalam kondisi sakit juga sempat beredar ke publik.

Setya Novanto sempat ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus korupsi e-KTP. Namun, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan membatalkan status tersebut melalui praperadilan. (ren)