Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 2 November 2017 | 11:55 WIB
  • PDIP Ungkap Kontrak Politik Menangkan Jokowi di Pilpres 2019

  • Oleh
    • Hardani Triyoga,
    • Yandi Deslatama (Serang)
PDIP Ungkap Kontrak Politik Menangkan Jokowi di Pilpres 2019
Photo :
  • VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar
PDIP Pilih duet Gus Ipul - Azwar Anas dalam pertarungan Pilgub Jawa Timur

VIVA – Presiden Joko Widodo kembali didukung sejumlah partai politik untuk maju sebagai calon presiden di Pemilihan Presiden 2019. PDIP memantapkan strategi untuk pemenangan Jokowi merebut kembali kursi RI-1.

Salah satunya menyiapkan calon kepala daerah yang diusung di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 agar bisa menyukseskan Pilpres 2019. Kontrak politik disiapkan untuk para calon yang diusung PDIP.

"Di dalam kontrak politik bagi calon kepala daerah salah satunya mensukseskan pileg dan pilpres," kata Wakil Sekretaris Jenderal PDIP, Ahmad Basarah di kantor DPD PDIP Banten, Serang, Rabu, 1 November 2017.

Menurut dia, PDIP mesti cermat dalam mengusung setiap calon pada Pilkada serentak 2018. Beberapa daerah penting seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur memang menjadi target PDIP. Kemenangan di Pilkada serentak 2018 dinilai akan mempengaruhi kekuatan di Pilpres 2019.

"Pileg dan pilpres merupakan satu tarikan nafas, oleh karena itu calon kepala daerah yang di usung PDIP harus mensukseskan pileg dan pilpres," ujarnya.

Kemudian, ia menekankan untuk Pilpres 2019, PDIP diintruksikan agar solid dalam bergotong royong. Hal ini menyesuaikan pesan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri agar kader PDIP mampu solid mendukung pemenangan Jokowi.

"Bu Mega menekankan perlunya semangat gotong-royong dalam tubuh partai, kemudian saling soliditas partai, kemudian menjalankan tugas partai dengan penuh tanggung jawab," ujarnya menjelaskan.

Terkait posisi pendamping Jokowi di Pilpres 2019, sejauh ini belum ada pembahasan dengan parpol pendukung. Posisi pendamping Jokowi pun sempat menjadi spekulasi politik.

"Sejauh ini partai yang sudah mendukung Jokowi ada Hanura, yang dulunya KIH, sudah menyatakan kembali (mendukung) Jokowi. (Pendamping Jokowi) masih jauh (belum dibahas)." (mus)