Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 3 November 2017 | 18:01 WIB
  • Daniel Mutaqien dan Uu Siap Bersaing Jadi Pendamping Emil

  • Oleh
    • Hardani Triyoga,
    • Adi Suparman (Bandung)
Daniel Mutaqien dan Uu Siap Bersaing Jadi Pendamping Emil
Photo :
  • VIVA.co.id/Adi Suparman
Bupati Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum

VIVA – Politikus Golkar yang juga anggota DPR, Daniel Mutaqien, akan bersaing dengan Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum untuk menjadi pendamping Ridwan Kamil atau Emil di pemilihan gubernur Jawa Barat. Nama Daniel Mutaqien diusung Golkar sebagai bakal cawagub.

Daniel mengatakan, Golkar saat ini akan total memenangi pilgub di Jawa Barat. Menurut dia, mengusung dukungan kepada Emil diduetkan dengan dirinya bukan berdasarkan pragmatisme politik.

"Jawa Barat menjadi faktor penting yang harus dimenangkan. Dengan tren survei yang ada selama ini, Golkar memutuskan dukung Ridwan Kamil," ujar Daniel saat menghadiri rilis survei Indo Barometer 'Peta dan Profil Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018' di Hotel Aston Braga Kota Bandung, Jumat 3 November 2017.

Golkar pun punya pekerjaan rumah untuk meyakinkan publik bahwa Daniel Mutaqien layak disandingkan dengan Emil. Daniel menambahkan, modal sukses untuk maju di Pilgub Jawa Barat yaitu basis politik daerah Pantura Jawa Barat, mengingat popularitas dan elektabilitas Ridwan Kamil di daerah tersebut sangat rendah.

"Kalau Ridwan Kamil memilih saya, ya teritorial saya di Pantura akan dimaksimalkan," ujar anak mantan Bupati Indramayu Irianto MS Syafiudin alias Yance ini.

Di tempat yang sama, Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum menyatakan, dia tidak akan mengurungkan niatnya menjadi pasangan Emil. Bermodalkan survei, menjadi dalih Uu akan tetap bersaing dengan Daniel untuk mendapatkan kursi bakal cawagub.

Uu menjelaskan, dalam Pilgub Jabar 2018 memiliki perbedaan signifikan dibandingkan pilkada bupati di Tasikmalaya yang mendapatkan kebebasan bermanuver.

"Pribadi saya merasakan sangat berbeda. Apa? Di pilgub kami diberi tugas meningkatkan elektabilitas, kami disuruh berkomunikasi dengan figur lain," kata politikus PPP tersebut.

Menurut dia, instruksi tersebut tidak bisa disepelekan karena menjadi patokan Dewan Pimpinan Pusat PPP untuk mempertimbangkan kelayakan dirinya di Pilgub Jabar.

"Jangankan partai lain, partai sendiri pun tidak akan mencalonkan kalau memang tidak layak," katanya.