Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 6 November 2017 | 16:48 WIB
  • Dedi Mulyadi Pasrah Golkar Usung Emil

  • Oleh
    • Hardani Triyoga,
    • Adi Suparman (Bandung)
Dedi Mulyadi Pasrah Golkar Usung Emil
Photo :
  • VIVA.co.id/twitter@DediMulyadi71
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi bersama seorang anak perempuan berhijab yang diunggahnya di akun twitter, Selasa (29/11/2016)

VIVA – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi ikhlas dengan keputusan DPP Golkar mendukung Ridwan Kamil atau Emil sebagai calon gubernur untuk Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018.

Dedi mengakui, keputusan DPP harus dihormati meski proses politik mensosialisasikan diri sebagai bakal calon gubernur Jawa Barat dilakukan dalam waktu yang tidak singkat.

"Hampir lima tahun berenergi di Golkar, saya mendapat pendewasaan politik," ujar Dedi di kantor DPD 1 Golkar Jawa Barat Jalan Maskumbangbang Kota Bandung, Senin 6 November 2017.

Menurut dia, dengan pragmatisme DPP Golkar yang mendukung Emil dengan alasan memiliki grafik tinggi di lembaga survei, dinilai patut dihormati. Dedi menambahkan, dengan situasi tersebut menjadi momentum pembelajaran.

"Terima kasih kepada DPP Golkar, saya mengambil hikmah besar dalam sejarah perjalanan politik saya. Cukup sabar, cukup bijak dan cukup cerdas dalam membaca seluruh dinamika politik di Jawa Barat," katanya.

Dedi mengimbau kepada seluruh kader Golkar agar merespons positif keputusan DPP. "Karena itu semua keluarga besar Golkar untuk memahami keputusan itu dengan baik," katanya.

Sebelumya, Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar, Idrus Marham, menegaskan dukungan partainya kepada pasangan Ridwan Kamil-Daniel Mutaqien untuk Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018. Menurutnya, hasil ini berdasarkan rapat tim Pilkada pusat di DPP Golkar.

"DPP Partai Golkar telah menetapkan calon gubernur adalah Ridwan Kamil dan saudara Daniel Mutaqien sebagai cawagub untuk Pilkada Jabar," kata Idrus di Jakarta Barat, beberapa waktu lalu.

Idrus menjelaskan pihaknya telah melakukan kajian internal terhadap calon-calon yang ada sebelumnya, termasuk mempertimbangkan Ketua DPD Golkar Jabar, Dedi Mulyadi. Namun menurut dia Golkar pada akhirnya menentukan cagubnya berdasarkan hasil survei internal yang menginginkan Ridwan Kamil.

"Setelah kita lakukan kajian lebih mendalam hasil survei yang ada, dengan keinginan bahwa Jabar kita ingin menangkan pertarungan politik pada Pilkada 2018, karena itu maka hasil survei menjadi pertimbangan utama," terang Idrus.