Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 8 November 2017 | 15:25 WIB
  • Ironis, Tak Ada Partai Usung Kadernya di Pilkada Jabar

  • Oleh
    • Syahrul Ansyari,
    • Lilis Khalisotussurur
Ironis, Tak Ada Partai Usung Kadernya di Pilkada Jabar
Photo :
  • VIVA.co.id/ Fikri Halim.
PPP saat mengumumkan dukungannya kepada Ridwan Kamil, Selasa, 24 Oktober 2017.

VIVA - Pengamat Politik Lingkar Madani, Ray Rangkuti, menilai peta pilkada Jawa Barat sudah mulai terlihat. Sebab, hampir semua partai tak ada yang mendukung kadernya. Ia menilai seharusnya partai mendukung kader terbaiknya.

"Deddy Mizwar belum punya partai. Satu-satunya yang punya basis politik real cuma Dedi Mulyadi. Pertanyaan kita apakah tradisi partai tak calonkan kader yang bagus, apakah tepat dalam kerangka demokrasi?" kata Ray dalam diskusi di D'hotel, Jakarta, Rabu, 8 November 2017.

Ia masih menoleransi Nasdem atau PKPI sebagai partai baru yang tak mengusung kader. Tapi partai seperti PDIP dan Golkar yang berusia tua seperti kekeringan kader untuk didorong masuk lanskap politik.

PAN resmi usung<a class='auto-tokoh' title='Profil Deddy Mizwar' href='http://m.viva.co.id/siapa/read/147-deddy-mizwar?ref=vivasiapa'> Deddy Mizwar </a>jadi cagub Jawa Barat.

(PAN saat mengumumkan keputusannya mengusung Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar sebagai calon gubernur Jabar. Deddy bukan merupakan kader PAN, dan partai-partai lain. VIVA.co.id/Adi Suparman).

"Tapi tak menutup mata partai harus mendorong kader terbaik. Golkar ke Ridwan Kamil karena elektabilitas Dedi Mulyadi rendah. Sehingga partai mengejar kemenangan. Tapi apa implikasinya di masa mendatang?" kata Ray.

Menurut Ray, sebaiknya partai yang memiliki kader bagus dan mendapat sorotan publik harus didukung maju. Sehingga regenerasi partai terjadi. Sebab, kader berprestasi harus dinaikkan karier politiknya. “Jokowi bagus di Solo, dinaikkan ke Jakarta, lalu presiden," kata Ray.

Ia menjelaskan, dengan adanya jenjang tersebut nantinya yang akan dicapreskan sudah terlatih dan dikenal baik di tiap level struktur negeri ini. Tradisi ini ia nilai akan baik untuk didorong.

"Akan lebih baik partai calonkan kader terbaik. Sehingga proses berpartai semangat berbuat terbaik karena ada jaminan naik kelas," kata Ray.

Ketua DPD Golkar Jabar Dedi Mulyadi saat di Mapolda Jabar

(Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi, sekaligus Bupati Purwakarta, terpental dalam bursa pencalonan gubernur Jabar. VIVA.co.id/Adi Suparman).

Pilkada Jabar akan digelar pada tahun depan. Sejauh ini, dua nama yang menjadi kandidat kuat sebagai calon gubernur adalah Dedy Mizwar dan Ridwan Kamil. Sementara, Dedi Mulyadi yang merupakan Bupati Purwakarta dan Ketua DPD I Partai Gokar sudah dimentahkan partainya sendiri. (ase)