Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 11 November 2017 | 11:20 WIB
  • Generasi Muda Golkar Desak Setya Novanto Diganti

  • Oleh
    • Syahrul Ansyari,
    • Agus Rahmat
Generasi Muda Golkar Desak Setya Novanto Diganti
Photo :
  • VIVA.co.id/Eka Permadi
Setya Novanto pimpin pleno Golkar

VIVA - Mirwan Vauly, dari Generasi Muda Partai Golkar (GMPG), mendesak segera dilakukan konsolidasi untuk melakukan pergantian terhadap Setya Novanto sebagai ketua umum, setelah ditetapkan kembali sebagai tersangka oleh KPK.

"Sudah harus konsolidasi untuk mengganti ketumnya," kata Mirwan di Gado-Gado Boplo, Menteng Jakarta, Sabtu, 11 November 2017.

Dia tidak sepakat dengan pernyataan Wasekjen Golkar Maman Abdurrahman, bahwa tidak ada landasan formal untuk mengganti Setnov. Menurut Mirwan, sistem itu bisa dibuat oleh manusia, dalam hal ini pengurus partai.

"Sistem itu kan buatan orang di dalamnya. Kalau di Partai Golkar ada Munas. Mau menunjuk siapa pun kan bisa saja. Yang tidak boleh dipertaruhkan adalah citra baik partai ini," ujar Mirwan.

Hanya saja, kata Mirwan, yang menjadi masalah adalah kader-kader di kepengurusan. Mereka seolah menutup mata dengan kondisi partai saat ini. Dia merasa aneh kenapa seorang Setya Novanto begitu terlihat kuat dan hebat.

"Kan luar biasa kalau sempoyongan hanya karena satu orang ini," katanya.

Sebelumnya, surat perintah dimulainya penyidikan atas nama Setya Novanto telah diterbitkan pada 31 Oktober 2017. Proses penyelidikan ini juga telah dilakukan. Dua kali Novanto dipanggil penyidik KPK untuk mengklarifikasi, namun dia tidak memenuhi pemeriksaan.

Novanto dalam kasus ini dijerat menggunakan Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang Undang Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

"SN (Setya Novanto) selaku anggota 2009-2014 bersama-sama dengan Anang Sugiana Sudihardjo, Andi Agustinus, Irman, Sugiharto, dan kawan-kawan (dkk), diduga dengan tujuan menguntungkan diri sendiri, orang lain, korporasi, mengakibatkan kerugian negara sekurang-kurangnya Rp2,3 triliun," kata Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat, 10 November 2017. (ase)