Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 11 November 2017 | 13:54 WIB
  • Megawati: Kalau Saya Mau, Saya Jadikan Dia

  • Oleh
    • Syahrul Ansyari,
    • Anwar Sadat
Megawati: Kalau Saya Mau, Saya Jadikan Dia
Photo :
  • VIVA.co.id/Lucky Aditya
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

VIVA - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengumumkan rekomendasi cagub-cawagub untuk Pilgub Bali yang akan digelar pada 2018 mendatang. Acara pengumuman dilangsungkan hari ini, Sabtu, 11 November 2017 di Kantor DPP PDIP Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat.

Megawati datang ke gedung itu sekitar pukul 11.30 WIB. Putri Presiden pertama RI, Soekarno, tersebut disambut oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan juga mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat.

Acara dibuka dengan pembukaan dari Sekjen PDIP Hasto Kristianto. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Megawati sekaligus mengumumkan siapa yang akan dicalonkan dalam Pilgub Bali 2018.

"Saya harus milihnya secara hati-hati karena dengarkan aspirasi, usulan, saran, orangnya, hasil fit propernya. Saya bikin aturan malah lalu saya pikir tak gampang ikuti aturan itu," kata Mega dalam acara tersebut.

Mega mengatakan sudah melalui serangkaian proses penilaian yang ada. Mega memutuskan untuk memilih Ketua DPD PDIP Bali, I Wayan Koster.

"Dia ini orangnya pintar, doktor, insinyur, namanya I Wayan Koster. Lahir 20 Oktober 1962 di Buleleng, Bali. Masih muda yah orangnya kalau dibandingkan saya," kata Mega.

Mega mengatakan memang secara fisik Koster berperawakan tidak tinggi besar. Hal itu juga menjadi bagian kritik yang dilayangkan sejumlah orang.

"Nah jadi saya ngomong, orangnya kurus kecil kayak enggak memper. Tapi ya biar, kalau saya bilang saya mau suruh ya saya jadikan dia," ujarnya.

Selain untuk calon gubernur, Mega juga menentukan sosok untuk mendampingi Koster sebagai cagub. Mega mengatakan wakil Koster merupakan sosok akademisi yang menempuh S1 sebagai Insinyur dan meneruskan S2 dan S3 nya di bidang sastra, dia adalah Cok Ace.

"Ini insyinyur teknik tapi S2, S3 di bidang sastra. Hebatnya lulus secara cumlaude. Dia bisa tari magis yang tidak setiap orang dibolehkan. Dia doktor insinyur Tjokorda Artha Ardana," kata Mega.

Mega berharap keduanya dapat menjadi pasangan yang padu yang dapat memimpin Bali apabila memenangkan Pilgub nanti. "Ini mudah-mudahann jadi satu satuan kepemimpinan yang padu," ujarnya. (ase)