Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 12 November 2017 | 14:43 WIB
  • Novanto Tersangka, Golkar Tetap Optimis Hadapi Pilkada 2018

  • Oleh
    • Hardani Triyoga,
    • Rifki Arsilan
Novanto Tersangka, Golkar Tetap Optimis Hadapi Pilkada 2018
Photo :
  • ANTARA FOTO/M Agung Rajasa
Para petinggi Partai Golkar

VIVA – Partai Golkar optimis status tersangka Setya Novanto tak akan mempengaruhi persiapan menjelang pemilihan kepala daerah serentak 2018. Hal ini mengacu kesolidan DPD Golkar tingkat I dan II yang tetap kompak mendukung Setya Novanto sebagai Ketua Umum DPP Golkar.

Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie menekankan pengurus daerah mesti bekerja keras untuk memenangkan pilkada serentak 2018.

"Tidak ada masalah dengan Pilkada. Yang bergerak di daerah adalah DPD tingkat I, saya kira siapapun yang memimpin partai Golkar sebagai ketua umum, itu pasti akan bergantung pada DPD tingkat I dan DPD tingkat II, sampai pada tingkat kecamatan dan kelurahan," kata Aburizal Bakrie di gedung DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Minggu 12 November 2017.

Hal senada disampaikan Juru Bicara Forum DPD tingkat I Partai Golka
r, I Ketut Sudikerta. Menurut dia, forum DPD Tingkat I Partai Golkar akan fokus pada pemenangan calon kepala daerah yang akan bertarung di Pilkada Serentak 2018 mendatang.

Ketut mengimbau agar seluruh jajaran pengurus Partai Golkar untuk selalu kompak dan solid dalam menghadapi berbagai tantangan. Salah satu  khususnya dugaan korupsi e-KTP yang saat ini menjerat Setya Novanto.

"Kita secara bulat menyatakan dukungan kepada Bapak Setya Novanto untuk menyelesaikan proses-proses hukum dan mendukung kepemimpinan beliau sampai akhir. Sehingga program-program (pemenangan) yang dirancang bisa berjalan dengan baik dan lancar," kata I Ketut Sudikerta.

Seperti diberitakan, KPK pada Jumat 10 November 2017 kembali menetapkan Novanto sebagai tersangka kasus pengadaan e-KTP. Pada 17 Juli 2017, Novanto sudah ditetapkan sebagai tersangka e-KTP. Namun, Novanto mengajukan praperadilan yang akhirnya memutuskan status tersangkanya dicabut.