Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 14 November 2017 | 11:21 WIB
  • Ketua MPR: Penyandera Warga di Papua Teroris

  • Oleh
    • Dedy Priatmojo,
    • Reza Fajri
Ketua MPR: Penyandera Warga di Papua Teroris
Photo :
  • VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar
Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan.

VIVA – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Zulkifli Hasan, menyoroti kasus penyanderaan warga di Tembagapura, Timika, Papua, oleh kelompok kriminal bersenjata. Zulkifli meminta aparat Kepolisian dan TNI segera menindak tegas dan menuntaskan kasus ini. Ia menyebut kelompok bersenjata di Papua tak ubahnya kelompok teroris.

"Tindak tegas. Itu dikategorikan teroris supersif, bersenjata menyandera warga," kata Zulkifli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa 14 November 2017.

Zulkifli mengatakan tidak ada kompromi mengenai hal ini. Namun, terkait dengan operasi untuk menindak penyanderaan ini, dia menyerahkan sepenuhnya kepada aparat TNI/Polri. "Itu teknisnya kan aparat keamanan," ujar politikus Partai Amanat Nasional ini.

Menurut dia, Indonesia memiliki pasukan-pasukan khusus seperti Densus yang punya reputasi menangkap teroris. Karena itu, dia mempertanyakan mengapa penyanderaan ini tak bisa segera ditindak.

"Kan kita canggih soal nangkap teroris, kan. Masa ini enggak bisa? Bersenjata, terang terangan," kata Zulkifli.

Sekitar 1.300 warga yang tinggal di dua kampung di Tembagapura, areal tambang PT Freeport Indonesia, Timika, Papua, masih disandera kelompok bersenjata. Praktis, aktivitas perekonomian di dua kampung itu lumpuh. Warga terisolir dilarang meninggalkan kampung sejak 7 November 2017 lalu.

Menurut laporan polisi, terdapat sekira 300 warga pendatang yang sebelumnya bekerja sebagai pendulang emas dan pedagang di Kampung Kimbely. Di Kampung Banti, berdekatan dengan Kampung Kimbely, terdapat 1.000 warga asli Papua yang juga dilarang berpergian oleh kelompok itu. (one)