Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 14 November 2017 | 11:54 WIB
  • Calon Pendamping Masih Misterius, Emil Diminta Ambil Sikap

  • Oleh
    • Hardani Triyoga,
    • Lilis Khalisotussurur
Calon Pendamping Masih Misterius, Emil Diminta Ambil Sikap
Photo :
  • VIVA.co.id/Adi Suparman (20-7-17)
Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil.

VIVA – Calon Pendamping Ridwan Kamil atau Emil untuk Pemilihan Gubernur Jawa Barat masih misterius. Tiga partai politik pendukung masih bersaing merebut posisi bakal calon wakil gubernur.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP PPP Achmad Baidowi meminta Emil menginisiasi pertemuan antar partai koalisi pengusung. Pertemuan tersebut ditujukan untuk merembukkan wakil pendamping Emil.

"Sejauh ini belum ada (komunikasi antar partai koalisi, dan RK harus ambil inisiatif untuk memimpin pertemuan parpol koalisi," kata Baidowi melalui pesan singkat kepada VIVA, 14 November 2017.

Ia menjelaskan wakil yang akan menjadi pendamping Emil nantinya harus diputuskan dengan sejumlah pertimbangan. Salah satunya mengacu hasil survei yang mesti dijadikan tolak ukur.

"Selain itu wakil harus ditentukan dengan pertimbangan hasil survei sebagai kajian ilmiah dan akademik," kata Baidowi.

Di Pilgub Jabar, ada empat parpol yang pasti mengusung Emil. Selain Golkar, tiga parpol lain yaitu PKB, PPP, dan Nasdem. Tiga parpol yakni Golkar, PKB, dan PPP menawarkan kadernya untuk menjadi pendamping Emil.

Seperti Golkar yang secara sepihak mendeklarasikan Emil dengan kadernya, Daniel Mutaqien. Padahal, partai-partai pengusung Emil lainnya belum setuju dengan figur Daniel. Sebab mereka masih ingin mengajukan pendamping Emil dari internalnya.

Terkait hal ini, Emil mengatakan soal siapa pendampingnya dalam Pilgub Jabar masih akan dimusyawarahkan. Sebab, dengan empat partai koalisi tak ditampik pasti akan ada dinamika di dalamnya.

"Saya ini tipe orang yang mudah menyesuaikan, jadi dengan pasangan siapapun Insya Allah saya akan bekerja sama. Chemistry bisa dibangun sambil berproses," kata Emil di DPP Golkar, Kamis 9 November 2017.