Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 14 November 2017 | 20:16 WIB
  • Merata di Luar Jawa, Golkar Masih Punya Potensi di Pilkada

  • Oleh
    • Hardani Triyoga
Merata di Luar Jawa, Golkar Masih Punya Potensi di Pilkada
Photo :
  • ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Dok Golkar dukung Ridwan Kamil di Pilgub Jabar 2018.

VIVA – Partai Golkar dinilai masih punya peluang besar untuk memenangkan pemilihan kepala daerah serentak 2018. Pengalaman sebagai partai besar dinilai menjadi keunggulan Partai Beringin.

Pengamat politik dari Indo Barometer, M. Qadari mengatakan, mengacu Pemilu Legislatif 2014, Golkar masih punya modal. Meski secara perolehan, PDIP menang Pemilu 2014, tapi Golkar punya statistik yang tak bisa dipandang sebelah mata.

"Golkar lebih merata dari Sumatera, Jawa, dan luar Jawa lainnya di Pemilu 2014," kata M. Qadari, Selasa, 14 November 2017.

Menurut dia, basis kekuatan PDIP di Pemilu 2014 ada di Pulau Jawa dan Bali. Tapi, di luar Bali dan Jawa, Golkar dianggap lebih merata. Kemudian, dengan pengalaman dan struktur yang matang, Golkar punya kemampuan mempertahankan seperti di Pemilu 2014. Meski diakui, memang saat ini, Golkar terkendala kondisi internal.

"Modal Golkar, saya rasa masih kuat. Dengan kekuatan kader di daerah dan struktur kuat, Golkar masih mengejutkan," tuturnya.

Peta Golkar

Kekuatan elektoral kursi Golkar di daerah juga menjadi pendukung lain. Baik kabupaten, kota, atau tingkat provinsi, Golkar memiliki perolehan kursi yang representatif untuk mengajukan pasangan calon.

"Ada 29 daerah dari 171, Golkar bisa usung sendiri. Selebihnya, Golkar di bawah 10 persen, dan ikut koalisi," tutur Qadari.

Pengamat politik Indo Barometer M. Qadari

Foto: Pengamat Indo Barometer, M. Qadari

Ketua DPD Golkar Nusa Tenggara Timur, Melkiakes Laka Lena mengakui, partainya sedang diuji dalam persoalan hukum Ketua Umum Setya Novanto. Kondisi ini menjadi tantangan saat pentingnya persiapan Golkar menghadapi Pilkada 2018.

Terkait hal tersebut, mesin parpol di daerah harus lebih dipanaskan. Suara pemilih pemuda dan perempuan harus jadi prioritas agar potensi mempertahankan perolehan suara di Pilkada 2018 bisa terjaga.

"Golkar masih punya suara anak muda dan perempuan yang jadikan ceruk untuk perolehan nanti," kata Melkiakes. (mus)