Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 27 November 2017 | 12:04 WIB
  • Politikus Golkar: Rotasi Panglima TNI Bukan Keharusan

  • Oleh
    • Syahrul Ansyari,
    • Reza Fajri
Politikus Golkar: Rotasi Panglima TNI Bukan Keharusan
Photo :
  • Viva.co,id/Syaefullah
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

VIVA - Wakil Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid meyakini Presiden Joko Widodo punya waktu yang tepat untuk menyerahkan nama calon Panglima TNI pengganti Jenderal Gatot Nurmantyo. Meskipun menurut dia juga tidak boleh ada proses yang dilama-lamakan.

"Prinsipnya menurut saya, karena ini urusan pertahanan memang harus tidak boleh ada grasa grusu. Meski demikian tidak boleh juga ada proses yang berlama-lama, jadi silakan timing tepatnya saya yakin presiden paling tahu," kata Meutya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 27 November 2017.

Meutya menjelaskan Komisi I terbuka dengan rotasi pergantian Panglima dari Angkatan Darat ke Angkatan Udara atau Angkatan Laut. Namun menurut dia, rotasi juga bukan keharusan.

"Rotasi memang salah satu aspek, tapi itu tidak menjadi keharusan untuk diikuti, karena ada juga aspek kondisi sosial politik yang harus dicermati oleh pemerintah dalam hal ini presiden," ujar politikus Partai Golkar ini.

Menurut Meutya, juga memungkinkan jika Presiden meminta perpanjangan waktu jika belum menemukan nama pengganti yang tepat. Yang jelas dia tetap yakin Presiden punya hitung-hitungan yang tepat.

"Karena memungkinkan juga kalau Presiden minta perpanjangan. Tapi saya yakin Presiden punya hitung-hitungannya. Kalau tidak ada perpanjangan, maka masa berakhirnya kan bulan Maret. Perlu waktu kurang lebih, maksimal 20 hari, tapi biasanya enggak selama itu juga di DPR," kata Meutya.

Sebelumnya, anggota Komisi I Dave Laksono mengatakan, dalam waktu dekat akan ada surat dari Istana terkait pergantian panglima Tentara Nasional Indonesia. Dari surat itu kemudian bisa ditindaklanjuti dengan uji kepatutan dan kelayakan di Komisi I.

"Info yang terakhir saya dengar itu, dalam waktu dekat akan segera dikirim suratnya. Saya harapkan suratnya bisa masuk segera ke DPR, sehingga sebelum masa reses yang akan datang, kami sudah bisa melakukan fit and proper," kata Dave.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo segera pensiun pada Maret 2018. Sejumlah pihak mengatakan penggantinya seharusnya dari TNI Angkatan Udara.