Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 27 November 2017 | 20:38 WIB
  • Pengamat: Pecat Emil Dardak, PDIP Bisa Sangat Kehilangan

  • Oleh
    • Rendra Saputra,
    • Irwandi Arsyad
Pengamat: Pecat Emil Dardak, PDIP Bisa Sangat Kehilangan
Photo :
  • VIVA.co.id/Nur Faishal
Bupati Trenggalek, Emil Dardak, bersama istri, Arumi Bachsin.

VIVA – Pengamat politik, Hendri Satrio, mengatakan, keputusan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan memecat kadernya, Emil Dardak, karena maju sebagai pendamping Khofifah Indar Parawansa dalam Pilkada Jawa Timur 2018, malah merugikan partai berlambang banteng moncong putih itu.

Menurut Hendri, keputusan tersebut malah merugikan PDIP, karena harus kehilangan kader muda potensial.

"Kerugian untuk PDIP, karena dia pasti kehilangan calon atau kader potensial. Emil Dardak masih muda, masih bagus. Menurut saya ini kehilangan yang cukup telak dari PDIP," kata Hendri usai diskusi dengan tema 'Kesiapan Pilkada Serentak 2018' di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, 27 November 2017.

Namun demikian, pemecatan Emil bisa saja menjadi pelajaran buat PDIP untuk menjaga loyalitas kadernya. "Ini dipertanyakan, kenapa kemudian Emil Dardak pindah. Apakah PDIP tidak melihat Emil ini salah satu kader yang potensial," ujarnya.

Hendri juga mempertanyakan pilihan PDIP memutuskan mendukung Azwar Anas sebagai pasangan Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. Seharusnya PDIP sudah membaca ada gelagat Emil untuk maju di Pilkada Jawa Timur.

"Ini kami bertanya-tanya lagi, kenapa pilihannya Azwar Anas, enggak Emil Dardak. Saya juga yakin elite politik itu punya kuping dan mata yang lebih banyak dari kami,” kata dia. 

“Kalau ada yang mau mencalonkan Emil Dardak didekati, ditahan gitu. Tapi kelihatannya enggak juga. Ini ketika pindah baru dipecat. Buat apa? Tetap rugi," ujarnya.