Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 28 November 2017 | 10:53 WIB
  • Eks Menteri Pendatang Baru Pede Tantang Ganjar Pranowo

  • Oleh
    • Mohammad Arief Hidayat,
    • Dwi Royanto (Semarang)
Eks Menteri Pendatang Baru Pede Tantang Ganjar Pranowo
Photo :
  • VIVA/Dwi Royanto
Ferry Juliantono (kanan) dan Abdul Wahid (tengah), masing-masing petinggi Partai Gerindra; dan Sudirman Said, eks Menteri ESDM, di Semarang, Jawa Tengah, pada Senin malam, 27 November 2017.

VIVA – Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said mengklaim, sedikitnya tiga partai bersiap mencalonkannya sebagai gubernur Jawa Tengah pada pilkada tahun 2018. Ketiga partai itu adalah Gerindra, PAN dan PKS.

Sudirman mengaku sudah menerima isyarat dari Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Partai itu pun telah menyodorkan kadernya, yakni Ferry Juliantono, kini menjabat Wakil Ketua Umum Gerindra, untuk dicalonkan dalam pilkada kelak. Dua partai lain, yaitu PAN dan PKS, pun sudah memberikan isyarat merestui Sudirman. 

"Minggu lalu saya ketemu DPD PAN dan PKS, dan saya mendengar bahwa kedua partai sudah secara formal menyampaikan usulan nama saya sebagai calon mereka," katanya di sela-sela rapat konsolidasi Partai Gerindra di Semarang pada Senin malam, 27 November 2017.

Memang, kata Sudirman, keputusan akhir di tangan masing-masing pemimpin partai, termasuk Prabowo Subianto. Tetapi dia sangat menghormati proses demokratis dan terbuka dalam masa penjajakan koalisi selama ini.

"Yang terpenting proses ini dikerjakan terbuka, profesional, dan fair. Saya sebagai pendatang baru di bidang politik sangat nyaman dengan konsep ini," katanya.

Gerindra dipastikan menentukan keputusan calon serta arah koalisi untuk Pemilihan Gubernur Jawa Tengah pada awal Desember. Gerindra, PAN dan PKS sebelumnya memang punya hubungan kedekatan setelah memenangi Pemilihan Gubernur DKI Jakarta beberapa waktu lalu.

Ketiga partai itu bersiap bekerja sama lagi di Jawa Tengah untuk mengajukan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur sebagai alternatif bagi sang petahana, Ganjar Pranowo. (mus)