Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 28 November 2017 | 14:50 WIB
  • Demokrat Kritik Komentar Mendagri soal Kader Parpol Dibajak

  • Oleh
    • Hardani Triyoga,
    • Reza Fajri
Demokrat Kritik Komentar Mendagri soal Kader Parpol Dibajak
Photo :
  • ANTARA/Wahyu Putro A
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan.

VIVA – Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan, menilai wajar perpindahan kader suatu partai ke yang lain. Dia pun tak setuju dengan ucapan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, yang terkesan menyindir keputusan mantan kader PDIP, Emil Dardak, menjadi pendamping Khofifah Indar Parawansa di Pemilihan Gubernur Jawa Timur.

"Perpindahan kader wajar saja. Jika tidak nyaman, kader pindah ke partai lain ya wajar. Hak politik masing-masing. Jadi keliru kalau ada yang mengatakan outsourcing," kata Syarief di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa 28 November 2017.

Syarief mengungkapkan selama ini partainya tidak melakukan pembajakan kader. Meskipun dia mengakui pembajakan kader adalah sesuatu yang biasa juga dilakukan oleh partai lain.

"Siapa yang saling bajak? Bukannya hampir semua partai begitu," ujar Syarief.

Menurut anggota Komisi I DPR ini, yang terpenting bagi Partai Demokrat adalah memilih pemimpin itu yang berkompeten. Kemudian yang kedua adalah memiliki integritas.

"Jadi bukan hanya harus kader sendiri. Yang penting itu. Saya bisa menyatakan semua partai juga outsourcing juga," terang Syarief.

Demokrat mendukung Emil untuk menjadi pendamping calon gubernur Jatim 2018, Khofifah Indar Parawansa. Sementara partai Emil semula, yakni PDIP, mendukung Saifullah Yusuf dan Azwar Anas.

Sebelumnya, Tjahjo menyayangkan aksi “bajak-membajak” kader partai pada proses pemilihan kepala daerah. Dia tidak menyebut spesifik pilkada di daerah mana itu terjadi.

Tetapi, dia menilai aksi semacam itu merusak kaderisasi di partai dan pada ujungnya merusak demokrasi. (ren)