Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 28 November 2017 | 20:26 WIB
  • Mendagri Singgung Etika Politik Emil Dardak

  • Oleh
    • Rendra Saputra,
    • Rifki Arsilan
Mendagri Singgung Etika Politik Emil Dardak
Photo :
  • VIVA.co.id/Nur Faishal
Bupati Trenggalek, Emil Dardak, bersama istri, Arumi Bachsin.

VIVA – Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Tjahjo Kumolo kembali menyinggung langkah politik Bupati Trenggalek Emil Dardak, yang berencana maju mendampingi Khofifah Indar Parawansa pada pemilihan gubernur Jawa Timur mendatang dari Partai Golkar, Demokrat, dan Partai Nasdem.

Menurut Tjahjo, secara peraturan perundang-undangan langkah Emil Dardak tidak ada masalah. Hanya saja, kata Tjahjo, langkah yang diambil oleh Emil Dardak telah mencederai etika politik. Terlebih lagi, Emil baru saja menjabat sebagai Bupati Trenggalek setelah memenangkan Pilkada tahun 2015 lalu.

"Ini bukan kesalahan parpol, tapi kesalahan yang bersangkutan. Jangan sampai janji politik belum selesai atau baru setahun lebih tapi sudah punya target lain," kata Tjahjo Kumolo di Hotel Grand Sahid, Jakarta Selatan, Selasa, 28 November 2017.

Ia menambahkan, secara peraturan perundang-undangan, Emil Dardak tidak menyalahi undang-undang. Sebab, setiap warga negara mempunyai hak untuk dipilih maupun memilih. Namun lagi-lagi dia sangat menyayangkan langkah politik Emil tersebut. Seharusnya, lanjut Tjahjo, Emil Dardak tetap memimpin Kabupaten Trenggalek dan menunaikan janji-janjinya kepada masyarakat Trenggalek ketika kampanye pilkada serentak 2015 lalu.

Bahkan, Tjahjo membandingkan langkah Emil Dardak dengan Presiden Joko Widodo yang maju menjadi calon presiden pada Pilpres 2014 lalu ketika masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Menurutnya, meski meninggalkan jabatan Gubernur DKI, Jokowi tetap menunaikan janji politik pada rakyat Jakarta.

"Beliau jadi presiden tidak meninggalkan janji politik di DKI lho. Dia bangun LRT, bangun jalan, bangun semua. Nah ini yang perlu kita cermati secara utuh," paparnya.