Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 29 November 2017 | 15:37 WIB
  • Demokrat Anggap Absurd Tuduhan Mendagri soal Membajak Kader

  • Oleh
    • Mohammad Arief Hidayat,
    • Reza Fajri
Demokrat Anggap Absurd Tuduhan Mendagri soal Membajak Kader
Photo :
  • Antara/ M Agung Rajasa
Didi Irawadi Syamsuddin.

VIVA – Partai Demokrat menganggap pernyataan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo tentang fenomena bajak-membajak kader partai menjelang pemilihan kepala daerah sebagai tuduhan yang tak jelas.

"Tuduhan bajak-membajak itu sangat absurd, dan sangat enggak benar. Tidak ada," kata Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Didi Irawadi Syamsuddin, di kompleks Parlemen di Jakarta pada Selasa, 29 November 2017.

Menurut Didi, hal yang terjadi justru si kader partai itulah yang tertarik untuk menggunakan partai lain, termasuk ke Demokrat. Mungkin, katanya, karena Demokrat lebih menarik bagi si kader. Dia mencontohkan sosok sang ketua umum Susilo Bambang Yudhoyono yang dianggap menarik bagi publik, termasuk kader partai lain.

Dalam iklim demokrasi, dia berpendapat, ada hak setiap individu untuk memilih hal yang terbaik sehingga perpindahan kader adalah hal wajar. "Enggak usah didramatisasi dengan istilah outsourcing dan bajak-membajak. Partai Demokrat tidak pernah melakukan itu," katanya.

Menteri sebelumnya menyatakan menyayangkan aksi bajak-membajak kader partai pada proses pemilihan kepala daerah. Dia tidak menyebut spesifik pilkada di daerah mana itu terjadi. Tetapi dia menilai aksi semacam itu merusak kaderisasi di partai dan pada ujungnya merusak demokrasi.

“Regulasi yang ada harus menjamin adanya etika berdemokrasi. Salah satunya membangun etika berdemokrasi, di antaranya, bagaimana antarpartai politik dan antar-tim sukses pasangan calon, jangan bajak-membajak,” kata Tjahjo di Surabaya pada 27 November 2017.