Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 30 November 2017 | 15:53 WIB
  • Golkar Yakin Presiden Tak Akan Intervensi Persoalan Partai

  • Oleh
    • Eko Priliawito,
    • Lilis Khalisotussurur
Golkar Yakin Presiden Tak Akan Intervensi Persoalan Partai
Photo :
  • VIVA.co.id/Lilis Khalis
Ketua DPP Partai Golkar Zainudin Amali

VIVA – Ketua DPP Partai Golkar Zainudin Amali menanggapi pertemuan antara Presiden Jokowi dengan 14 DPD I Partai Golkar di Istana Bogor, Kamis pagi, 30 November 2017.

Menurut dia, pertemuan tersebut wajar saja. Dia yakin, Presiden tidak akan ikut campur persoalan yang sedang merundung Partai Golkar.

"Ya saya kira itu memang benar adanya, dan menurut saya sebagai Presiden dari seluruh rakyat Indonesia apabila ada tokoh masyarakat dari berbagai pihak yang ingin bertemu dengan pemimpinnya dengan Presiden, sepanjang waktunya tersedia saya kira suatu hal yang biasa saja. Hal wajar Presiden menerima tokoh-tokoh masyarakat. Secara kebetulan mereka berasal dari Partai Golkar," kata Amali di Gedung DPR, Jakarta, Kamis 30 November 2017.

Ia menambahkan, begitu juga ketika lain waktu tokoh-tokoh yang berasal dari latarbelakang lain ingin bertemu, dan tidak ada salahnya diterima oleh Presiden. Ia meyakini tak ada pembahasan yang mengarah pada Munaslub.

Ia yakin Presiden Jokowi sangat mengetahui persis aturan. Karena itu, Presiden pasti menyerahkan urusan internal partai politik kepada partai itu sendiri. "Jadi kalau soal diterima, saya kira itu pandangan saya, sebagai tokoh masyarakat sebagai Presiden bisa menerima siapa saja. Tidak ada (intervensi)," kata Amali.

Ia menegaskan, pertemuan antara Jokowi dengan DPD I Golkar hanya sebatas pertemuan Presiden sebagai kepala negara yang menerima perwakilan masyarakat. "Saya meyakini bahwa Presiden membiarkan partai-partai menyelesaikan urusannya sendiri secara independen tanpa intervensi dari pemerintah.”

Sebelumnya, sejumlah ketua Dewan Perwakilan Daerah Partai Golkar, menemui Presiden Joko Widodo. Pelaksana Tugas Ketum DPP Golkar Idrus Marham mengakui, pertemuan itu dilakukan dengan Jokowi. "Ada 14 ketua DPD yang ikut," kata Idrus kepada VIVA.

Sebenarnya, ada beberapa DPD lagi yang ikut. Namun terkendala sehingga tidak bisa ikut bergabung. Idrus mengaku, mayoritas dari 14 DPD yang hadir tersebut sudah memberi tahu dirinya. "Dan mereka sudah beritahu sebagian besar," katanya. (mus)