Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 1 Desember 2017 | 20:03 WIB
  • LSI: Cuma Tsunami Politik yang Kalahkan Ganjar di Jateng

  • Oleh
    • Rendra Saputra,
    • Rifki Arsilan
LSI: Cuma Tsunami Politik yang Kalahkan Ganjar di Jateng
Photo :
  • VIVA.co.id/Dwi Royanto
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, di Bukit Tangkeban

VIVA – Jelang pemilihan calon kepala daerah serentak 2018 mendatang, Provinsi Jawa Tengah adalah salah satu daerah yang digadang-gadang sebagai daerah yang akan menjadi sorotan publik.

Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Toto Izul Fatah menyatakan, Pilgub Jawa Tengah akan menjadi sorotan publik karena beberapa faktor. Faktor pertama, Jawa Tengah merupakan salah satu basis partai PDI Perjuangan yang saat ini sebagai partai penguasa.

Namun menariknya, lanjut Titi, hingga saat ini PDI Perjuangan masih belum mengumumkan atau mendeklarasikan jagoan yang akan diusungnya untuk maju sebagai calon di Pilgub Jateng 2018 mendatang.

Lebih jauh ia katakan, hasil survei yang dilakukan Citra Komunikasi LSI telah menunjukan bahwa Gubenur Jateng saat ini, Ganjar Pranowo masih sangat unggul secara statistik dari sejumlah nama yang digadang-gadang akan maju menjadi pesaing petahana dari partai politik lainnya.

"Ganjar mengungguli jauh semua calon yang ada dengan rata-rata elektabilitasnya masih dibawah 10 persen. Semakin mengerucut calonnya, semakin meroket posisi elektabilitas GP (Ganjar Pranowo). Dalam simulasi 12 calon misalnya, GP kokoh di posisi 50,9 persen," kata Toto Izul Fatah dalam sebuah diskusi di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat, 1 Desember 2017.

"Begitu juga disimulasi tujuh calon, GP Konsisten unggul dengan 56 persen, dan lima calon, GP unggul 57,5 persen."

Sementara, lanjut Titi, tingkat elektabilitas sejumlah pesaing yang sempat muncul namanya di permukaan hanya berada di bawah 10 persen, seperti Ki Entus Susmono tujuh persen, Musthofa 4,9 persen, Budi Waseso 4,9 persen, Bambang Sadono 4,8 persen, Ferry Juliantono 4,2 persen, Rustriningsih 4 persen, dan Sudirman Said serta Marwan Jafar berada di bawah empat persen.

"Hanya tsunami politik yang bisa mengalahkan Ganjar. Tanpa tsunami politik, Ganjar akan menang," ujarnya.

Dirasa Puas

Dalam kesempatan sama, pakar komunikasi politik Efendy Ghozali membenarkan hal tersebut. Menurutnya, hampir seluruh lembaga survei yang melakukan penelitian di Jawa Tengah menunjukan hasil kepuasan masyarakat atas kinerja bakal calon dari petahana itu.

Hanya saja, dia mengaku tidak mengetahui apa alasan PDI Perjuangan hingga saat ini masih belum mengumumkan dukungannya terhadap Ganjar. "Jadi ini juga yang tanda tanya ya, karena tidak mungkin PDIP tidak memiliki hasil survei, atau jangan-jangan mereka masih menunggu nyanyian Nazarudin seperti kasus Novanto," kata Effendy Ghozali.

Menurutnya, tingkat kepercayaan publik terhadap Ganjar Pranowo memang sudah tidak dapat terbantahkan. Hanya saja, lanjut Effendy, hal itu bukan berarti Ganjar Pranowo bisa bersenang-senang saat ini. Sebab, dalam politik sangat banyak strategi untuk mendowngrade dirinya karena kasus tertentu seperti e-KTP yang menyeret-nyeret nama Ganjar.

"Jadi itu juga mungkin menjadi pertimbangan PDIP sehingga belum mengumumkan calonnya jauh-jauh hari ya. Apalagi dari temuan survei LSI ini, khususnya di Jateng, lebih dari 90 persen publik ingin gubernur yang dipersepsi bersih dari korupsi."

"Kalau isu ini mencuat di ujung atau setelah PDIP mengumumkan nama Ganjar sebagai calon, ini mungkin bisa terjadi tsunami politik di Jateng," katanya.