Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 3 Desember 2017 | 17:26 WIB
  • Demokrat Siapkan Agus Yudhoyono Jadi Penantang Jokowi

  • Oleh
    • Ezra Natalyn,
    • Rifki Arsilan
Demokrat Siapkan Agus Yudhoyono Jadi Penantang Jokowi
Photo :
  • VIVA.co.id/ Eduward Ambarita
Agus Harimurti Yudhoyono dan istri hadiri open house di Istana Negara

VIVA – Hasil survei Indo Barometer menunjukkan nama putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono muncul di antara delapan nama teratas yang digadang-gadang sebagai figur yang cocok mendampingi Joko Widodo pada Pemilu 2019 mendatang.

Survey Indo Barometer menyatakan, AHY mendapatkan tingkat kepercayaan publik sebesar 17,1 persen. Selain AHY, nama yang mencuat yaitu Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo 15,9 persen. Kemudian diikuti dengan Ridwan Kamil 9,5 persen, Moeldoko 3 persen, Puan Maharani 2,8 persen dan Sri Mulyani Indrawati 0,2 persen.

Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan menyatakan, survei yang dilakukan oleh lembaga survei Indo Barometer itu pada dasarnya telah menunjukkan tren kenaikan yang positif bagi AHY untuk maju sebagai salah satu kontestan capres maupun cawapres 2019 mendatang.

"Kalau dari sisi parpol, sebagai Sekjen Partai, ini mendapatkan tren yang terus naik bagi Partai Demokrat. Tapi memang target kami ke depan itu menuju dua digit," kata Hinca Panjaitan usai menghadiri diskusi "Siapa Penantang Potensial Jokowi di 2019" di Hotel Atlet Century, Jakarta Pusat, Minggu 3 Desember 2017.

Kendati demikian, Hinca tidak menampik hasil survei yang dilakukan sejumlah lembaga survei, termasuk Indo Barometer, yang saat ini menunjukkan bahwa posisi AHY masih jauh dibandingkan Jokowi jika harus berani head to head di pilpres mendatang.

"Kalau di capres dia masih di bawah meskipun namanya sudah muncul di tiga sampai lima besar. Tapi kalau di cawapresnya, kelihatannya dia menonjol sekali. Kalau dipasangkan kelihatannya memang menjadi calon alternatif pendamping," ujarnya.

Namun lanjut Hinca, sistem pemilihan capres dan cawapres yang akan dilakukan secara serentak dengan pemilihan legislatif di 2019 adalah salah satu peluang tersendiri yang diyakini Hinca sebagai strategi bagi Demokrat untuk meningkatkan tingkat kepercayaan publik terhadap Partai Demokrat dan AHY.

"Itu dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Itu dua hal yang tidak bisa dipisahkan," ucapnya.

Menurut Hinca, pihaknya masih memiliki waktu yang cukup untuk terus memperkenalkan AHY kepada seluruh masyarakat Indonesia. Saat ini, lanjut Hinca, Partai Demokrat tengah fokus melakukan konsolidasi partai sekaligus safari politik memperkenalkan AHY kepada seluruh jajaran pengurus Partai Demokrat dan masyarakat Indonesia.

Dengan demikian, menurut Hinca, tidak menutup kemungkinan AHY akan tetap dicalonkan sebagai capres pesaing Jokowi di pilpres mendatang.

"Kami menyiapkannya secara paralel, perahunya disiapkan, nakhodanya juga disiapkan. Tapi masih cukup waktu kami menuntaskan sampai bulan Maret kira-kira tiga bulan sebelum pendaftaran capres-cawapres itu. Sampai hari ini belum kami putuskan. Kami kan terus melakukan safari politik keliling Nusantara," kata Hinca. (ase)