Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 3 Desember 2017 | 19:58 WIB
  • PPP Tak Bakal Mau Usung Calon Pendukung Kilafah di Pilkada

  • Oleh
    • Ezra Natalyn,
    • Nur Faishal (Surabaya)
PPP Tak Bakal Mau Usung Calon Pendukung Kilafah di Pilkada
Photo :
  • Dok. PPP
Ketua Umum PPP Romahurmuziy

VIVA – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan atau PPP, Romahurmuziy atau Romi, menyampaikan lima kriteria pemimpin pemerintah, pusat maupun daerah yang akan didukung oleh partainya.

Dia menyampaikan hal itu di hadapan bakal cagub Jatim, Khofifah Indar Parawansa yang hadir di acara Rapimwil dan Halaqah PPP Jatim di Surabaya pada Minggu, 3 Desember 2017.

Khofifah hadir untuk menyampaikan visi dan misi sebagai bakal cagub Jatim di hadapan pengurus DPW dan seluruh DPC PPP se-Jatim. Selain Khofifah, diundang pula calon pesaing Khofifah dalam Pilgub Jatim 2018, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, juga untuk menyampaikan visi dan misi. Dia dijadwalkan hadir pada Minggu malam.

"Setidaknya ada tiga tugas partai politik termasuk PPP yakni sukses pilkada (pemilihan kepala daerah), sukses pileg (pemilihan legislatif) dan pilpres (pemilihan presiden). Pertama, pilkada, PPP punya kriteria apa yang disebut 4 + 1 TAS," kata Romi.

TAS pertama ialah integritas. Menurutnya, integritas jadi kriteria pertama karena 222 kepala daerah di negeri ini berurusan dengan hukum. Jumlah itu hampir separuh dari seluruh kepala daerah di Indonesia. "Kalau cuma 22 (kepala daerah berurusan dengan hukum), itu oknum. Tapi kalau 222, itu sistem (bermasalah)," ujar Romi.

TAS kedua ialah kapasitas. "Kenapa? Sebab kita tidak ingin ada setelah jadi kepala daerah enggak tahu apa-apa, cengengesan thok isinya. TAS ketiga, akseptabilitas. Mungkin orangnya pintar, pendidikannya tinggi tapi tidak diterima oleh masyarakat. Misalnya mendukung negara kilafah," kata dia.

TAS keempat ialah popularitas. Sedangkan TAS kelima ialah spiritualitas. Dia menyebut kriteria kelima itu sebagai hal istimewa yaitu sosok yang diberi hak oleh Allah untuk ditaati. "Dan kita akan pilih orang yang taat kepada Allah dan rasul-Nya," ujar Romi.

Dia mengatakan, Khofifah dan Gus Ipul dihadirkan pada Rapimwil PPP Jatim agar kader Partai Kakbah bisa menilai secara cermat dan mantap memenangkan bakal cagub-cawagub yang akan diusung nanti. Khofifah diberi kesempatan pertama dari Gus Ipul bukan berarti PPP mengusung Khofifah. "Ibu Khofifah harus segera balik ke Jakarta karena dipanggil Presiden, Gus Ipul masih ada di Ngawi," ujarnya.

Sementara itu, di forum ini Khofifah menyampaikan soal kondisi ekonomi Jatim saat ini dan bagaimana seharusnya ke depan di tengah persaingan masyarakat global dan ASEAN. Ditanya soal dukungan PPP, Ketua Umum Muslimah NU itu menjawab, "Mudah-mudahan ada persamaan persepsi dan penguatan dalam proses dukungan," kata Khofifah.

Khofifah-Emil Dardak telah mendapatkan rekomendasi untuk Pilgub Jatim 2018 dari Demokrat, Golkar dan Hanura. Dua partai lagi disebut-sebut akan mendukungnya yakni PPP dan NasDem. Pesaing kuat Khofifah-Emil ialah Saifullah Yusuf-Abdullah Azwar Anas yang sudah diusung PKB-PDI Perjuangan. (ase)

  • Cerita Ketua Umum Hanura soal Khofifah Ditelepon Jokowi
    Cerita Ketua Umum Hanura soal Khofifah Ditelepon Jokowi
  • Hanura Resmi Dukung Khofifah-Emil di Pilgub Jatim
    Hanura Resmi Dukung Khofifah-Emil di Pilgub Jatim
  • Khofifah Didesak Mundur, Bola di Tangan Jokowi
    Khofifah Didesak Mundur, Bola di Tangan Jokowi
  • Internal PAN Cenderung Usung Khofifah dalam Pilgub Jatim
    Internal PAN Cenderung Usung Khofifah dalam Pilgub Jatim
  • Gerindra Buka Peluang Usung Khofifah atau Gus Ipul
    Gerindra Buka Peluang Usung Khofifah atau Gus Ipul
  • Demokrat: Emil Dardak Wakili Suara 'Kidz Zaman Now'
    Demokrat: Emil Dardak Wakili Suara 'Kidz Zaman Now'