Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 4 Desember 2017 | 12:31 WIB
  • DPR Hampir Tidak Pernah Tolak Calon Tunggal Panglima TNI

  • Oleh
    • Hardani Triyoga,
    • Reza Fajri
DPR Hampir Tidak Pernah Tolak Calon Tunggal Panglima TNI
Photo :
  • ANTARA FOTO/Rosa Panggabean
Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kiri) calon tunggal Panglima TNI.

VIVA – Kepala Staf TNI AU Marsekal Hadi Tjahjanto diusulkan Presiden Joko Widodo sebagai calon tunggal Panglima TNI menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo. Komisi I DPR ingin segera memproses uji kepatutan dan kelayakan pada Marsekal Hadi di masa sidang ini.

Wakil Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid mengatakan dalam masa sidang ini masih tersisa waktu dua pekan.

"Kita masih punya waktu 2 minggu untuk masa sidang ini, harusnya cukup untuk masa sidang ini. Saya sudah hitung, kan masih ada 2 minggu, saya rasa cukup untuk pembahasan di Komisi I," kata Meutya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin 4 Desember 2017.

Meutya mengakui Komisi I hampir tidak pernah menolak calon yang diajukan oleh Presiden. Meskipun secara formal katanya perlu ada yang dicek dalam uji kelayakan nanti. Apalagi, Komisi I DPR sudah sering berkomunikasi dengan Marsekal Hadi.

"Hampir tidak pernah ya kita menolak. Apalagi kalau calon tunggal kita yakini bahwa presiden sudah memikirkan matang-matang sekali calonnya. Kalau TNI berbeda dengan Polri. TNI kan dipilihnya dari kepala staf. Kami sudah terbiasa dan sering komunikasi dengan Pak Hadi," ujar Meutya.

Dia mengapresiasi semangat Jokowi yang merotasi posisi Panglima TNI dari setiap matra angkatan. Meutya berharap faktor rotasi ini tetap membuat hubungan Panglima dengan Presiden terjalin baik.

"Pertama ini memenuhi rasa kebersamaan dan keadilan di TNI, dari sisi matra Angkatan Udara. Semangat rotasi itu dilakukan oleh Presiden," tuturnya.

Kemudian, ia melihat antara Jokowi dengan Hadi sudah ada chemistry. Pengalaman pernah menjadi Sekretari Militer Jokowi menjadi salah satunya.

"Kedua, beliau punya modal besar karena dulu sebagai Sesmil juga banyak berhubungan dengan Presiden, sehingga mudahan-mudahan chemistry-nya nanti baik dengan Presiden," katanya.

Sebelumnya, surat pergantian Panglima TNI dari Presiden Jokowi telah disampaikan Mensesneg Pratikno ke Pimpinan DPR, Senin, pagi tadi. Wakil Ketua DPR Fadli Zon menegaskan dalam surat tersebut, Jokowi hanya mengajukan Hadi Tjahjanjo sebagai calon tunggal Panglima TNI. Selanjutnya, Marsekal Hadi tinggal menunggu waktu untuk menjalani uji kepatutan dan kelayakan di Komisi I DPR.