Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 4 Desember 2017 | 13:27 WIB
  • Perkuat Poros Maritim, Panglima TNI Selayaknya dari TNI AU

  • Oleh
    • Hardani Triyoga,
    • Agus Rahmat
Perkuat Poros Maritim, Panglima TNI Selayaknya dari TNI AU
Photo :
  • ANTARA
Susaningtyas Kertopati

VIVA – Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto diajukan Presiden Joko Widodo sebagai calon tunggal panglima TNI menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo. Pilihan Jokowi dinilai sudah tepat karena sesuai dengan visi sebagai negara poros maritim.

Pengamat militer dan intelijen, Susaningtyas Kertopati mengatakan, untuk mewujudkan visi Indonesia poros maritim dunia itu, maka yang perlu diperkuat adalah sektor laut dan udara.

"Sesuai dengan tahapan pembangunan kekuatan maritim sudah selayaknya alutsista AU mendapat prioritas pertama. Kekuatan udara dibangun agar mampu beroperasi 24 jam hingga ruang udara di atas ZEE dan landas kontinen," kata Susaningtyas, dalam keterangan tertulisnya, Senin 4 Desember 2017.

Nuning, sapaan Susaningtyas Kertopati, mengatakan, keunggulan matra udara diperlukan untuk mendukung sektor laut dan keamanan stabilitas kemaritiman. Maka, menurut dia, sudah benar bila calon panglima TNI berasal dari matra AU.

"Sudah selayaknya panglima TNI dijabat dari TNI AU guna mewujudkan kepentingan nasional atas pertahanan maritim tersebut," kata dosen Universitas Pertahanan tersebut.

Kemudian, Nuning menekankan, ruang udara memiliki nilai yang penting dalam mendukung proses pembangunan pemerintahan saat ini. Daerah perbatasan RI harus menjadi prioritas pengawasan.

"Sehingga pola gelar TNI AU mengutamakan di daerah depan yaitu Natuna, Tarakan, Morotai, Biak, Merauke, dan Kupang. Dengan demikian kita akan mampu mengawasi ruang udara dan wilayah yang ada di bawahnya mulai dari ZEE," tutur mantan anggota Komisi I DPR tersebut. (art)