Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 4 Desember 2017 | 18:14 WIB
  • Mau Pensiun, DPR Puji Kinerja Jenderal Gatot

  • Oleh
    • Hardani Triyoga
Mau Pensiun, DPR Puji Kinerja Jenderal Gatot
Photo :
  • REUTERS/Beawiharta
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ditolak masuk ke AS.

VIVA – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo akan memasuki masa pensiun dan calon yang sudah diajukan sebagai pengganti adalah Kepala Staf TNI AU Marsekal Hadi Tjahjanto. Pencapaian kinerja mantan kepala staf TNI AD itu pun disuarakan Komisi I DPR.

Anggota Komisi I DPR Jazuli Juwaini menilai Gatot sudah bisa memberikan pengabdian terhadap negara. Bagi dia, figur Gatot mampu membangun kedekatan antara TNI dan rakyat.

"Jenderal Gatot membanggakan selama memimpin TNI, paham betul dimensi ancaman aktual terhadap negara dan mampu membangun kedekatan TNI dengan rakyat secara baik," kata Jazuli dalam keterangannya, Senin, 4 Desember 2017.

Jazuli menekankan, pencapaian Gatot yang lain bisa memadukan jiwa nasionalisme dengan aspek religi. Kedekatan jenderal bintang empat tersebut dengan kalangan ulama menjadi kelebihan lain.

"Yang terpenting, beliau mampu menggabungkan komponen nasionalisme dan religius sebagai mata rantai perjuangan bangsa," tutur Jazuli yang juga ketua Fraksi PKS tersebut

Menurutnya, bila sudah resmi pensiun, bukan berarti pengabdian Gatot untuk negara berhenti. Ia yakin dengan pencapaian selama memimpin TNI, Gatot bisa memberikan kontribusi lain. "Bisa terus berkarya dan berkontribusi bagi negara," ujarnya.

Kemudian, untuk Marsekal Hadi, Jazuli berharap bisa melanjutkan pencapaian positif yang sudah dicapai Gatot. Ia menyinggung peran utama TNI dalam menjaga ancaman terhadap negara.

"Tentu kami semua mengharapkan penggantinya nanti mampu melanjutkan warisan yang baik, mampu membaca dan mengantisipasi potensi ancaman terhadap pertahanan negara dengan baik," tutur Jazuli.
    
Jazuli menilai proses pergantian dari Gatot ke Hadi merupakan hal yang wajar. Apalagi dengan kualifikasi yang dimiliki Hadi, sehingga diajukan sebagai calon tunggal panglima TNI. "Nanti kami akan uji di Komisi I, mudah-mudahan lancar," kata Jazuli.

Surat Presiden Jokowi soal pergantian panglima TNI sudah resmi masuk ke DPR. Surat ini akan dibacakan di paripurna DPR yang kemudian dibahas di Komisi I untuk menentukan jadwal uji kepatutan dan kelayakan terhadap Hadi Tjahjanto.