Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 5 Desember 2017 | 13:24 WIB
  • DPR Ingin Pekan Ini Uji Kelayakan Calon Panglima TNI

  • Oleh
    • Dedy Priatmojo,
    • Lilis Khalisotussurur
DPR Ingin Pekan Ini Uji Kelayakan Calon Panglima TNI
Photo :
  • ANTARA FOTO/Rosa Panggabean
Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kiri)

VIVA – Wakil Ketua Komisi I DPR, Meutya Hafid, mengatakan, pekan ini komisinya segera menggelar uji kelayakan dan kepatutan calon tunggal Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Sebab, DPR akan masuk masa reses pada 13 Desember 2017.

"Karena waktunya singkat, minggu depan kami kan enggak (full) satu minggu, sampai hari Rabu ya. Jadi, sesegera mungkin, dalam artian minggu ini kami sudah (lakukan) fit and proper test," kata Meutya di gedung DPR, Jakarta, Selasa 5 Desember 2017.

Ia mengatakan, dalam uji kelayakan yang akan disoroti di antaranya terkait profesionalitas, integritas, rekam jejak, dan laporan kekayaan. Meski begitu, ia mengklaim Komisi I sudah mengantongi rekam jejak kepala staf TNI Angkatan Udara itu.

"Beliau memang karena KSAU-nya sudah beberapa tahun ya, karena sudah cukup lama juga sering ikut rapat mendampingi panglima, jadi saya rasa beliau bukan sosok yang baru di Komisi I karena sudah tahu track record-nya," kata Meutya.

Terkait hal ini, anggota Komisi I DPR Fraksi Golkar, Bobby Adhityo Rizaldi, mengatakan, siang ini Komisi I akan melakukan rapat internal untuk mengagendakan uji kelayakan calon panglima TNI.

"Kalau diagendakan Kamis ini dan bisa selesai Kamis, berarti Jumat bisa dilantik Presiden. Jam 1 akan diputuskan bersama di Komisi I agenda fit and proper test," kata Bobby di gedung DPR pada kesempatan terpisah.

Presiden Jokowi sudah mengajukan nama KSAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto sebagai calon panglima TNI menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo yang akan pensiun 1 Maret 2018. Pencalonan Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai panglima TNI sesuai dengan Pasal 13 Undang Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia.

Presiden Jokowi meyakini keputusannya mengajukan Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai calon tunggal panglima TNI menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo, adalah keputusan tepat. Kepala Staf TNI AU itu dinilai Jokowi sebagai prajurit yang profesional dan mampu memimpin organisasi TNI.

"Saya meyakini beliau (Marsekal Hadi Tjahjanto) memiliki kemampuan dan kepemimpinan yang kuat, dan bisa membawa TNI ke arah yang lebih profesional sesuai jati dirinya, yaitu sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional, dan tentara profesional," kata Presiden Jokowi usai meresmikan Jalan Tol Soreang-Pasir Koja di Kabupaten Bandung, Senin 4 Desember 2017.